Showing posts with label Akhbar. Show all posts
Showing posts with label Akhbar. Show all posts

Amerika Dituntut Minta Maaf ke Warga Muslim Kanada

Posted by newydsui Sunday, June 10, 2012 0 comments

Amerika Dituntut Minta Maaf ke Warga Muslim Kanada

Kelompok-kelompok hak asasi manusia di Amerika Serikat berhasil mengumpulkan 60.000 tanda tangan, untuk petisi yang berisi tuntutan agar Presiden Amerika Serikat Barack Obama meminta maaf kepada seorang warga Kanada kelahiran Suriah, yang dicurigai terkait dengan Al Qaidah.
Dilansir Al Arabiya (23/5/2012) dari koran Kanada The Star, pria berusia 41 tahun Maher Arar ditangkap di Bandara John F. Kennedy tahun 2002 saat transit dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Kanada selepas berlibur di Tunisia bersama keluarga.
Pada tahun 2006, sebuah laporan yang dibuat oleh komisi penyelidikan terhadap tindakan para pejabat Kanada dalam kasus Arar, mengatakan bahwa insinyur kelahiran Suriah itu secara salah dimasukkan ke dalam daftar teroris.

Laporan itu menyalahkan pihak kepolisian Kanada yang kurang berpengalaman dan pihak Amerika Serikat yang melakukan rendisi (penculikan atau pemindahan paksa terhadap seseorang lalu dikirim ke negara / tempat lain) serta penyiksaan atas Arar.
Amerika Serikat yang memindahkan Arar ke Suriah setelah dia ditangkap, bersikukuh sejak dulu bahwa masalah Arar hanyalah masalah deportasi semata, bukan rendisi.
Namun, banyak pihak yang mencermati kasus Arar menilai Amerika Serikat jelas-jelas melakukan rendisi. Terlebih Arar adalah warga negara Kanada.

Negara Kanada pada tahun 2007 secara resmi telah menyatakan permintaan maaf kepada Arar dan memberikan uang kompensasi sebesar USD10,5 juta.
Tetapi Amerika Serikat berkepala batu dan tidak pernah meminta maaf. AS juga tetap memasukkan nama Arar ke dalam daftar teroris. Bahkan tahun 2010, Mahkamah Agung AS menolak tuntutan agar Arar dibebaskan dari semua dakwaan.

Petisi terkait kasus Arar yang digawangi National Religious Campaign Against Torture, Amnesty International AS dan Center For Constitutional Rights tersebut, dikrim ke Gedung Putih pada hari Senin kemarin (21/5/2012). Hari itu bertepatan dengan waktu pidato Obama tahun 2009 yang menyatakan program rendisi dihapuskan.
Presiden AS George W. Bush pada 26 Oktober 2001 menandatangani berlakunya Patriotic Act, undang-undang yang membolehkan penyadapan dan penggeledahan atas telepon, email, jalur komunikasi, catatan medis, catatan keuangan dan lain-lain atas orang yang dicurigai potensial membahayakan keamanan negara. Dan pada tahun 2011, Obama memperpanjang masa berlaku undang-undang itu dengan tambahan 4 tahun.* ( roy/ Hidayatullah.com)

Kuliah militer AS : Islam adalah Musuh

Kebencian terhadap Islam telah dipupuk dalam benak militer AS. Bahkan, mata kuliah yang menyusupkan ajaran bahwa musuh mereka adalah Islam telah menjadi pelajaran wajib.
Mata kuliah yang disebut 'Perspectives on Islam and Islamic Radicalism' telah diajarkan sekitar lima kali dalam setahun sejak 2004, dengan sekitar 20 siswa dalam tiap pertemuan.
Ini berarti sekitar 800 siswa telah mengambil mata kuliah ini selama bertahun-tahun sebelum akhirnya dihentikan April lalu menyusul adanya aksi protes.

''Mereka (Muslim) membenci segala hal tentang kamu (warga Amerika) dan tidak akan mau hidup berdampingan dengan kamu hingga kamu lenyap,'' ungkap sang instruktur, Letkol Matthew Dooley dalam sebuah presentasi Juli 2011 lalu, seperti dilaporkan AP.
Lembaga pendidikan untuk para personel militer profesional itu menargetkan para pegawai pemerintah dan pejabat militer level menengah. Mereka mengajarkan berbagai topik terkait perencanaan dan eksekusi perang. ( roy/REPUBLIKA.CO.ID)

Lagi, Israel Obrak-Abrik Stasiun Televisi

Pasukan Israel menahan direktur sebuah stasiun televisi satelit pada hari Kamis (17/05/2012) setelah menggerebek rumahnya, kata direktur pelaksana stasiun televisi itu.
Pimpinan stasiun TV Al Asir, Saher Qassem, kepada Maan mengatakan bahwa sekelompok tentara menahan Khayri Ata Musa, 32, setelah menggerebek rumahnya di desa Mirka.
Tentara Zionis menyita perlengkapan penyiaran televisi dari rumah Musa, sehingga stasiun TV itu tidak dapat lagi menyiarkan laporannya.

Menurut Qassem, Al Asir juga memiliki sejumlah kantor yang beroperasi di Bahrain.
Jurubicara militer Israel mengatakan bahwa seseorang ditangkap di Jenin lewat tengah malam, tetapi ia tidak menjelaskan lebih lanjut tentang identitas orang tersebut.
Akhir Februari lalu, pasukan Israel juga menggerebek kantor stasiun televisi Watan dan Televisi Pendidikan Al Quds di Ramallah, serta merampas alat-alat penyiaran mereka.* ( roy/ Hidayatullah.com)

Kaum Liberal Ingin Mengkristenkan Islam

Posted by newydsui Tuesday, January 10, 2012 0 comments

Kaum Liberal Ingin Mengkristenkan Islam

Peneliti INSISTS Nirwan Syafrin mengatakan tidak semua yang dibawa oleh kaum liberal adalah sesuatu yang rasional. “Kalau menurut saya isu pluralisme agama sangat sulit diterima semua akal sehat. Sekarang buat apa orang Kristen dan orang Islam capek-capek berdakwah jika semua agama itu sama. Buat apa pula Rasulullah mati-matian berdakwah jika semua agama sama,” katanya kepada Eramuslim.com, Rabu (14/12/2011).

Maka Nirwan mengatakan julukan yang pas disematkan kepada kelompok liberal adalah kelompok yang menghina akal sendiri. “Makanya saya bilang mereka sedang menghina akal sendiri. Termasuk ketika mereka mengatakan akal tidak bisa menerima kebenaran. Padahal di satu sisi mereka suka sekali menyanjung-nyanjung akal. Dalam Islam, ada yang bisa diterima akal ada yang tidak,” kata menantu Ketua MUI, KH. Kholil Ridwan ini.

Klaim kaum liberal sebagai kelompok pembaharu pun masih bisa diperdebatkan. Karena apa yang mereka bawa tidak lebih dari pengulangan sejarah Kristen di Barat. Mereka ingin mentransformasikan pengalaman Kristen di Barat untuk diterapkan dalam dunia Islam. “Mereka ingin mengkristenkan Islam. Jadi seakan Islam itu agama tanpa syaraiat, mereka kan anti sekali terhadap syariat. Dan itu terjadi di Kristen hingga Kristen banyak terpecah dalam aliran-aliran,” tukasnya.

Karenanya, Nirwan bersyukur bahwa tradisi keilmuan Islam di masyarakat masih berjalan, meski hal itu harus lebih ditingkatkan. “Maka itu saya fikir kenapa mereka tidak berhasil, karena Islam memiliki tradisi ilmu yang kuat. Termasuk kajian-kajian di majelis ta’lim yang terus ada di masyarakat. Menurut saya kita harus kembali ke tradisi ilmu, dan upaya ini harus terus berjalan,” jelasnya panjang lebar. (roy/eramuslim)

Al Shabaab Pancung Tiga Orang Mata-mata

Masyarakat di wilayah Jubba Afgadud, Somalia Selatan mengatakan, mereka menemukan tiga jenazah orang yang dipancung oleh milisi Al Shabaab, pada Ahad kemarin. Sebelumnya diberitakan, kelompok pejuang Al Shabaab memenggal tiga orang di desa Afgadud yang menjadi salah satu benteng Al Shabaab. Ketiga orang itu dituduh sebagai mata-mata untuk Pemerintah Federal Transisi Somalia (TFG) dan Angkatan Pertahanan Kenya (KFD) di wilayah perang Al Shabaab.

Penduduk setempat seperti dilansir media Shabelle.net mengatakan, tiga orang yang dipenggal kepalanya adalah anak-anak muda, sedangkan satu lagi seorang pria tua. Mereka dipancung kemudian mayat mereka diletakkan di desa Afgadud untuk memperingatkan penduduk setempat agar tidak menjadi mata-mata pemerintah maupun tentara Kenya.
Sejak beberapa pekan terakhir, Al Shabaab dilaporkan melakukan serangkaian operasi penangkapan terhadap orang-orang yang dicurigai menjadi mata-mata atau berhubungan dengan tentara pemerintah maupun tentara Kenya yang kini mulai menyerang benteng-benteng Al Shabaab. [roy/muslimdaily.net]

Al-Shabaab Somalia Mulai Gunakan Twitter untuk Menjangkau Dunia

Kelompok pejuang Al-Shabaab Somalia telah membuka akun Twitter, menyusul adanya invasi dari militer negara Afrika Kenya. Al-Shabaab telah mentweet tentang serangan mereka terhadap militer Kenya selama dua minggu terakhir. Dengan lebih dari 5.000 followers, Al-Shabaab mentweets dalam bahasa Inggris, bukan bahasa Somalia, dan jelas hal ini dimaksudkan untuk audiens yang berada di luar negeri.

Situs jejaring sosial Twitter, yang berbasis di San Francisco, memiliki sekitar 100 juta pengguna. Seorang juru bicara perusahaan, Matt Graves, menolak untuk mengomentari kasus Al-Shabaab yang telah memanfaatkan situs mereka.
Pada bulan Oktober lalu, Kenya mengirim tentara ke perbatasan ke Somalia untuk mengejar pejuang Al-Shabaab, yang dituduh berada di balik penculikan beberapa orang asing di wilayahnya. Namun Al-Shabaab telah membantah keterlibatan mereka dalam hal tersebut.(roy/fq/prtv)

Buldozer Israel hancurkan ruko milik penduduk Palestina

Buldozer zionis Israel menghancurkan ruko industri milik warga Palestina di Silwan, dari selatan Masjid Al Aqsa, di Yerusalem timur yang dijajah, sebagai bagian dari penghancuran yang sedang zionis Israel lakukan di taman milik Universitas Ibrahimi, beberapa meter dari tembok Yerusalem.

Israel berusaha untuk meratakan infrastruktur Palestina dari area tersebut untuk membangun Universitas Kemanan Nasional (milik Yahudi), sebuah proyek yang berusaha di bangun di tanah milik rakyat Palestina, termasuk Universitas Ibrahimi.

Saksi mata mengatakan bahwa puluhan tentara zionis Israel, dan sejumlah buldozer milik mereka, mengepung lingkungan sekitar Universitas Ibrahimi, khususnya ruko industri milik penduduk setempat, Montaser Sarhan. Sebelumnya baru-baru ini, pejabat zionis Israel di Yerusalem menyatakan niatnya untuk mengambil alih tanah Palestina untuk membangun sebuah “gedung parkir”.
Zionis Israel akhir-akhir ini membuat kekacauan di Yerusalem, termasuk perusakan rumah-rumah rakyat Palestina, merebut tanah mereka, menangkap dan melakukan pelecehan terhadap rakyat Palestina di daerah tersebut. (roy/arrahmah.com)


Barat Kecam Pembangunan Pemukiman Yahudi

Empat negara Eropa yang menjadi anggota Dewan Keamanan PBB, yakni Prancis, Inggris, Jerman dan Portugal, mengecam keras keputusan Zionis Israel yang mengusulkan pembangunan permukiman Zionis baru di komplek-kompleks permukiman di Tepi Barat dan al Quds.

Usai pertemua Dewan Keamanan PBB yang membahas seputar kondisi di Timur Tengah, keempat negara tersebut mengeluarkan pernyataan bersama yang mengungkapkan "kekagetan" mereka terhadap perkembangan yang disebutnya "negatif total".
Keempat negara itu meminta pemerintah Zionis Israel menghentikan serangan yang dilakukan para pemukim pendatang Yahudi terhadap penduduk Palestina. "Kami mengecam eskalasi kekerasan yang dilakukan para pemukim Yahudi, termasuk pembakarang masjid Ukasha di al Quds barat dan masjid Barqa di Tepi Barat. Jelas bahwa serangan provokatif terhadap tempat-tempat ibadah ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan ketegangan," demikian pernyataan keempat negara tersebut dikutip Pusat Informasi Palestina.

Israel akan membangunan 348 unit permukiman di kompleks permukiman Zionis Bitar Eliat di barat kota Bethlehem di Tepi Barat dan 500 unit permukiman di kompleks permukiman Harhoma (Jabal Abu Ganim) di timur al Quds dan 180 unit permukiman di kompleks permukiman Givat Ze'iv di utara al Quds.

Keempat negara dalam pernyataannya menegaskan bahwa keputusan entitas Zionis Israel dan perpecepatan pembangunan permukiman "menimbulkan pesan yang mencemaskan", terutama tentang niat Israel yang sesugguhnya. Keempat negara Eropa tersebut menyerukan pemerintah Zionis Israel agar meninjau kembali keputusannya.

Disebutkan bahwa pemerintah penjajah Zionis Israel Ahad lalu memutuskan untuk membangun 1000 unit permukiman di kompleks-kompleks permukiman Zionis yang berdiri di Tepi Barat dan al Quds. Langkah ini sebagai bagian dan percepatan aktivitas pembangunan permukiman Yahudi setelah Palestina mendapatkan keanggotaan penuh di Organisasi PBB untuk Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan (UNESCO).( rou/Hidayatullah.com)

Drone Israel selalu mengelilingi RSI Indonesia di Gaza

Walau gempuran yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap wilayah Jalur Gaza sampai dengan detik ini masih berlangsung, proses pembangunan rumah sakit Indonesia (RSI) terus berlangsung. Bahkan dapat dipastikan, setiap menit korban berjatuhan mulai patah tulang, luka parah hingga hilangnya nyawa akibat pelepasan rudal dan bom oleh tentara Zionis-Israel lewat drone (pesawat tanpa awak) yang keseharian selalu sibuk berkeliling di atas langit Jalur Gaza.
Drone meningintai setiap gerakan. Dan setiap yang sesuatu yang dicurgai oleh drone tersebut tanpa memadang sasarannya baik pria maupun wanita bahkan anak yang tak berdosapun kena imbas dari drone atau pesawat tanpa awak tersebut.

Tak hanya warga Gaza yang diintai, bahkan proses pembangunan rumah sakit Indonesia yang saat ini masih berlangsung pembangunannya ikut kena imbas intaian drone. Bahkan hampir setiap hari kurang dari 4 unit drone sibuk berputar mengeliling persis di atas aktifitas lokasi pembanguan rumah sakit Indonesia. Meski demikian, kondisi demikian beruntunglah aktifitas pembangunan masih tetap berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan, dari segi material seperti semen, besi, paku dan kebutuhan lainnya sampai saat ini masih terpenuhi untuk kelancaran pembangunan RSI ini.

Rumah sakit Indonesia ini nantinya akan menjadi rumah sakit utama khususnya di Jalur Gaza, selain rumah sakit As-Syifa yang berada di Gaza City. RSI ini juga akan menjadi rumah sakit terindah dan rumah sakit terkuat di seluruh wilayah Palestina dikarenakan desain konstruksinya gabungan dari konstruksi tahan gempa dengan konstruksi tahan terhadap getaran dari bom dan rudal. Seperti diketahui, dari segi finansial, dana pembangunnya masih kurang yaitu masih sekitar 13 M. Proses pembangunan RSI ini sudah kami lakukan semenjak 6 bulan yang lalu tepanya bulan Maret 2011.

Pembangunan RSI ini sendiri terdiri dari 3 tahap. Pertama adalah pembangunan struktur atau kerangka bangunannya saja. Kedua, mecanical electrik (pemasangan saluran dan aliran listrik), Ketiga, adalah finishing dan perlengkapan furniture RSI itu sendiri. Hal ini dilakukan mengingat dana yang terkumpul belum seluruhnya.( disadur dari arrahmah.com )

Ormas Aceh Tolak Komunitas Punk

Puluhan organisasi masyarakat di Aceh menolak keberadaan anak punk dan mendesak pemerintah daerah melahirkan "qanun" (perda) berisi larangan bagi komunitas itu. "Jangan ada tempat bagi berkembangnya komunitas punk dan kami mendesak pemerintah segera membuat qanun tentang larangan komunitas ini di Aceh," kata Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk Faisal Ali di Banda Aceh, Selasa (20/12/2011). Hal itu disampaikannya dalam pertemuan pimpinan ormas dengan Kapolda Aceh Irjen (Pol) Iskandar Hasan.
Ormas yang hadir dalam dialog sekaligus memberikan dukungan kepada aparat kepolisian antara lain Front Pembela Islam (FPI) Aceh, Himpunan Imam Masjid, Dewan Dakwah Aceh, Pelajar Islam Indonesia, KAMMI Aceh, dan HMI. Selanjutnya Rabithah Thaliban Aceh (RTA/organisasi santri), organisasi penguatan akidah Islam, Komunitas Barisan Muda Siswa Aceh, dan Kobar GB.

Ketua Himpunan Imam Masjid Aceh Tarmizi Rasyid mengharapkan pembinaan terhadap 65 orang anak punk di SPN Seulawah itu ditambah dari semula 10 hari menjadi tiga bulan. "Tentunya untuk membiayai pembinaan itu harus diupayakan penambahan pendanaan dan hal tersebut diharapkan partisipasi aktif pemerintah. Kalau tidak, mereka dikhawatirkan akan kembali hidup di jalanan," kata dia.

Namun demikian, ujarnya menambahkan, bagi anak-anak yang terlanjur terperosok ke dalam komunitas punk sebaiknya dititipkan di pondok pesantren khusus bagi mereka yang muslim. Keberadaan komunitas anak punk, menurut dia, justru telah melanggar HAM warga Aceh yang memiliki nilai-nilai hidup Islami. [roy/muslimdaily.net]

Larangan Cadar di Belgia Hadapi Tantangan di Pengadilan

Posted by newydsui Tuesday, September 20, 2011 0 comments

Larangan Cadar di Belgia Hadapi Tantangan di Pengadilan

Sebuah larangan terhadap burqa dan niqab mulai berlaku di Belgia pada hari Sabtu (23/7/2011) dengan ancaman denda dan penjara, tetapi hukum ini menghadapi tantangan pengadilan langsung dari dua perempuan yang mengenakan cadar. Belgia bergabung dengan Prancis sebagai negara Uni Eropa kedua yang menerapkan larangan mengenakan burqa dan niqab/cadar.
Hukum Belgia, yang melarang orang mengenakan apapun yang menyembunyikan wajah mereka di tempat umum, telah disetujui secara bulat oleh parlemen pada bulan April lalu.

Pelanggar akan menghadapi denda sebesar 137,50 euro ($ 197) dan hukuman tujuh hari di balik jeruji besi. Dua wanita Muslim yang mengenakan cadar Jumat lalu memutuskan untuk menantang larangan di pengadilan konstitusional negara itu, media Belgia melaporkan. "Kami menganggap hukum sebagai intrusi yang tidak proporsional dalam hak-hak dasar seperti kebebasan beragama dan berekspresi," kata Ines Wouters, pengacara perempuan, seperti dikutip di surat kabar La Libre. "Langkah ini diskriminatif," kata Wouters.

Prancis - rumah bagi penduduk Muslim terbesar di Eropa - menjadi negara Uni Eropa pertama yang melarang burqa pada 11 April. Di Prancis, seorang wanita yang berulang kali bersikeras bercadar di masyarakat dapat didenda € 150 dan diperintahkan untuk menghadiri ulang kelas pendidikan kewarganegaraan.

Komisaris Dewan HAM Eropa, Thomas Hammarberg, mengkritik larangan burqa dan niqab minggu ini, mengatakan tindakan tersebut mengancam kebebasan perempuan. "Bahkan, pelarangan ini mungkin berlawanan dengan standar hak asasi manusia Eropa, khususnya hak untuk menghormati kehidupan pribadi seseorang dan identitas pribadi," katanya. "Cara berpakaian sejumlah kecil wanita telah digambarkan sebagai masalah utama yang memerlukan diskusi mendesak dan undang-undang itu merupakan kapitulasi prasangka dari xenofobia." (roy/eramuslim)

Komandan Israel Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Bawahannya

Seorang komandan Israel dari Brigade Penerjun Payung telah mengundurkan diri dari militer setelah terungkap bahwa ia melakukan beberapa pelecehan seksual terhadap bawahannya. Komandan itu telah melecehkan sekitar 15 tentara saat mereka sedang ditempatkan di basis pelatihan di Israel, seperti dilaporkan kantor berita Iran PressTV mengutip dari laporan Ynet. Beberapa kolega perwira komandan yang mengetahui hal ini kemudian melaporkan kepada atasan mereka dan memerintahkan penyelidikan atas kasus tersebut.

Komandan Israel itu akhirnya diminta untuk dibebastugaskan setelah dia dipanggil untuk investigasi. Namun, tidak satupun dari tentara yang dilecehkan berani mengajukan keluhan, mungkin karena takut. Kini polisi militer sedang meninjau kasus ini untuk melihat apakan investigasi kriminal penuh harus dilakukan. [roy/muslimdaily.net]

Buka Puasa di Forum Kristen, Musdah Mulia Minta Depag Tak Tangani Pendidikan
Campur tangan Kementerian Agama dalam dunia pendidikan dituding sebagai biang diskriminasi agama yang menimbulkan kebencian. Karenanya, minta Departemen Agama diminta tak menangani pendidikan di Indonesia, agar pendidikan menjadi satu atap di Departemen Pendidikan. Hal itu diungkapkan Musdah Mulia dalam Seminar bertema “Tuhan Tolong Pulihkan Bangsa Kami” yang diadakan Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ) bekerjasama dengan Perhimpunan Pelayan Penjara PGI.
Menurut tokoh pluralis dan direktur eksekutif Indonesian Conference on Religion and Pease (ICRP) ini, diskriminasi agama merupakan dampak dari pendidikan yang diatur oleh dua departemen, yakni Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan Kementerian Agama (Kemenag). Padahal, sebenarnya pendidikan di Indonesia cukup satu atap, yakni ditangani oleh Kemendiknas, bukan kementerian agama.

“Diskriminasi agama terjadi karena problem dalam pendidikan kita di bawah dua atap, agama dan negara sehingga pendidikan kita terbelah. Dengan sistem yang terbelah ini membuat anak-anak juga terbelah,” kata Musdah dalam seminar yang diadakan di Jakarta, Jum’at (5/8/2011) yang dihadiri sekitar 200 orang.

Musdah menambahkan, berdasarkan penelitian ICRP, akibat dari pendidikan dua atap menimbulkan kebencian. Ironisnya, hal ini dibiarkan berlangsung oleh pemerintah.
“Kita jangan mengharapkan dunia pendidikan kita untuk membangun toleransi. Kita harus mulai dari keluarga kita untuk membangun toleran,” ujar dosen dan guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) itu. “...Kita hanya memperlakukan Tuhan sebagai mesin cuci... mengaku sebagai orang beragama tapi pelakunya lebih dahsyat dari setan...”

Musdah juga mengajak semua untuk jangan diam tapi harus berani berteriak jika negara melakukan diskriminasi. “Kita hanya memperlakukan Tuhan sebagai mesin cuci. Setiap hari Jumat dan hari Minggu orang padati gereja dan masjid, tapi tak sesuai dengan imannya. Bahkan mengaku sebagai orang beragama tapi pelakunya lebih dahsyat dari setan. Semakin kita beragama semakin tidak manusiawi,” tegas profesor wanita yang kerap dijuluki ‘Ratu Sepilis’ itu.
Acara yang dihadiri oleh Ahmad Syafi’i Ma’arif (mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah) dan Theophilus Bela (ketua FKKJ itu ditutup dengan buka puasa bersama. (roy/voa islam.com)

EDL Akan Manfaatkan Kerusuhan Inggris Untuk Membakar Masjid

Dewan HAM muslim Inggris (IHRC) memperingatkan bahwa kelompok-kelompok sayap kanan berusaha untuk menggunakan kerusuhan di Inggris sebagai kesempatan untuk membakar masjid dan melakukan perang ras. Lembaga yang berbasis di London ini mengatakan bahwa kelompok-kelompok rasis seperti Liga Pertahanan Inggris (EDL) telah menggunakan situs jejaring sosial untuk mengirim pesan yang simpatisan mereka untuk menargetkan warga non-kulit putih yang ada di negara Inggris.

IHRC mengatakan kehadiran para pendukung EDL di antara demonstran di jalan-jalan di wilayah tenggara London Eltham pada hari Selasa lalu dan pesan yang mereka posting di media sosial ini sangat mengkhawatirkan.Informasi ini datang pada saat pemimpin EDL Stephen Lennon, yang juga dikenal sebagai Tommy Robinson, mengklaim bahwa sampai dengan 1.000 anggota kelompok sayap kanan akan berpatroli di jalan-jalan Inggris selama kerusuhan terus berlanjut.

Ketua IHRC Shadjareh Massoud mengatakan mereka sangat khawatir karena ancaman EDL tampaknya tidak bisa dianggap ringan. "Sementara kita tahu polisi mengambil tindakan untuk membubarkan EDL dari Eltham serta sekelompok orang di Enfield, namun kami sangat prihatin bahwa ancaman kekerasan mereka di hari ini sangat serius," kata Shadjareh. IHRC juga menyertakan link di situs mereka terkait postingan oleh para pendukung EDL, termasuk satu oleh pengguna Facebook yang mengatakan dimanapun kerusuhan "kita semua harus berkeliling dan membakar masjid".(roy/eramuslim)

Lakukan Aksi Pemurtadan, Uzbekistan Misionaris Amerika

Uzbekistan telah mengusir delapan warga negara Amerika dari negara Asia Tengah tersebut atas tuduhan melakukan tindakan "melanggar hukum" dalam upaya untuk memurtadkan warga Uzbek menjadi kristen.

Di bawah kedok pengusaha atau guru bahasa Inggris, delapan warga AS melakukan kegiatan misionaris yang melanggar hukum untuk menarik siswa Uzbekistan ke agama Kristen, AFP melaporkan, mengutip sebuah laporan di situs Uzbekistan yang dikelola negara, gorizont.uz. "Para orang asing yang menjadi misionaris tersebut fasih berbahasa Uzbekistan dan menyebut diri mereka dengan nama Uzbekistan seperti Jahongir, Husan, Jasur, Farhod," kata laporan itu.
Kedutaan Besar AS di Tashkent ibukota Uzbekistan menolak untuk mengomentari insiden tersebut. Uzbekistan sebelumnya telah mendeportasi warga negara AS lainnya dan tujuh warga Korea Selatan atas tuduhan serupa. Semua pekerjaan misionaris agama dilarang di Uzbekistan, yang merupakan negara mayoritas Muslim dengan 90 persen dari 28 juta warganya beragama Islam.(roy/eramuslim)

Ramadhan Berkah bagi Taliban, Lima Tentara AS Ditewaskan

Sepertinya bulan Ramadhan menjadi berkah tersendiri bagi pejuang Taliban di Afghanistan. Kurang dari seminggu, serangan mereka telah menewaskan puluhan pasukan AS dan serangan spektakuler terjadi pada pekan lalu, di mana helikopter Chinook AS berhasil ditembak jatuh.
Sebuah bom pinggir jalan menewaskan lima tentara Amerika di Afghanistan selatan pada Kamis (11/8/2011), kata militer AS, kurang dari seminggu setelah pasukan Amerika menderita kerugian terburuk mereka dari perang Afghanistan ketika pejuang Taliban berhasil menembak jatuh helikopter yang mengangkut pasukan khusus AS.

Militer AS dan Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan AS tidak memberikan rincian mengenai insiden Kamis kemarin. Seorang juru bicara Pentagon di Washington mengatakan para korban adalah warga Amerika.
Sebuah helikopter Chinook yang pasukan jatuh lima hari lalu di Afghanistan tengah setelah terkena oleh serangan RPG pejuang Taliban, menewaskan 30 tentara AS, tujuh pasukan Afghanistan dan satu penerjemah warga sipil Afghanistan.

Pentagon pada Kamis kemarin juga merilis nama-nama pasukan AS yang tewas, menegaskan bahwa 17 dari mereka adalah anggota Navy SEAL dan lima tambahan pasukan operasi khusus SEAL. Ada juga tiga pasukan operasi khusus dari Angkatan Udara di helikopter tersebut.(roy/eramuslim)

"Nasir Abbas" Bisnis Narkoba Bersama Rabbi Yahudi

Posted by newydsui Thursday, July 7, 2011 0 comments

Nasir Abbas Bisnis Narkoba Bersama Rabbi Yahudi

Seorang Rabbi Yahudi dari Inggris didakwa membiayai bisnis narkoba dan menawarkan kokain kepada para gadis untuk ditukar dengan kencan gratis. Pengadilan Manchester mendapat informasi dari Rabbi Baruch Chalomish, dari Salford yang menyewa sebuah apartemen di mana dia menjalankan operasi perdagangan pasokan kokain.
Ketika polisi menggerebek sebuah kamar di apartemen, polisi menemukan sebuah toko obat bius, kokain dan uang cash dalam jumlah besar. Nasir Abbas batal hadir dalam sidang di pengadilan karena masih dalam pencarian polisi.

Perlengkapan obat bius ditemukan di kamar tidur, termasuk 101 gram kokain dan uang lebih dari 17.000 Euro. Chalomish mengakui dua tuntutan, yakni kepemilikan kokain namun membantah dua tuduhan sebagai pengedar barang haram tersebut.
Sedangkan rekan bisnisnya, Nasir Abbas, 54, batal hadir dalam sidang di pengadilan karena masih dalam pencarian polisi. Polisi mendapati kedua terdakwa di apartemen dalam penggerebekan pada 5 Januari. Sang Rabbi mengaku, ia dan Nasir menyewa apartemen untuk “bersantai dan berpesta.”

Chalomish mengaku membeli kokain dalam jumlah besar untuk dikonsumsinya sebagai obat tidur.Jaksa penuntut di pengadilan mengatakan, mereka menerima informasi lain dari Nasir Abbas sebelum dia melarikan diri, bahwa sebagian narkoba tersebut diberikan kepada wanita-wanita yang mengunjungi flat mereka dan ditukar dengan pelayanan sex. [roy/VOA-islam]

Zionis Paksa Tawanan Palestina Lepas Jilbab

Para tawanan wanita di penjara Israel mengeluhkan tindakan manajemen penjara yang memaksa mereka melepas jilbab dan mengenakan seragam khusus dengan tujuan melecehkan mereka.Ketika menerima kunjungan Asosiasi Tawanan, para tawanan wanita menyatakan bahwa otoritas Israel secara khusus memaksakan kebijakan tersebut terutama kepada para tawanan wanita baru.

Asosiasi Tawanan dalam laporannya, Kamis (23/06/2011) menegaskan, manajemen penjara Israel meningkatkan tindakan represipnya terhadap para tawanan wanita sejak awal bulan ini. Laporan menyebutkan, manajemen penjara Israel menerapkan kebijakan menghinakan dalam memeriksa para tawanan wanita, di samping menyita perlengkapan pribadi mereka dan menghancurkan seisi ruangan tawanan.

Para tawanan juga mengeluhkan perlakuan kasar dan pelecehan saat pemindahan tawanan dari sel menuju pengadilan Israel, disebutkan bahwa penderitaan mereka dimulai sejak jam 12 malam atau jam 3 pagi dari penjara menuju perlintasan Ramlah, disana disita semua yang mereka bawa, makanan maupun pakaian, padahal mereka harus tinggal di sana satu sampai tiga hari. Asosiasi Tawanan menyebutkan, ada sejumlah tawanan wanita Palestina yang dilarang untuk dikunjungi, mereka itu: Ahlam Tamimi, Irina Sarahina, Wafa Albas asal Gaza. Mereka juga dilarang berkomunikasi dengan keluarga meski lewat telephone, dan mendapat pengawasan ketat terkait surat menyurat yang mereka kirim dan terima.
Seputar kesehatan para tawanan wanita, laporan menyebutkan bahwa tidak ada dokter khusus wanita untuk para pasien wanita, di samping tidak ada dokter spesialis, sejumlah tawanan bermasalah dengan penyakit gigi mereka, namun tidak mendapatkan pengobatan yang layak.(roy/hidayatullah.com)

Jerman, seorang mahasiswi Muslim yang mengenakan jilbab telah dipukuli, dalam sebuah serangan rasisime.

Wanita Berjilbab Dipukuli di Jerman
Gottingen (voa-islam.com) - Pelecahan terhadap kaum muslimin di Jerman masih terus terjadi dan tidak membuat jera para pelakunya, meski sebagian dari mereka telah dihukum.

Di Gottingen, Jerman, seorang mahasiswi kedokteran Muslim yang mengenakan jilbab telah dipukuli, dalam sebuah serangan rasisime. Wanita Muslimah yang identitasnya tidak diungkap, menderita luka memar setelah ia dipukul hingga jatuh ke tanah dan di tendang oleh empat penyerangnya pada Sabtu malam, dekat perpustakaan Universitas Gottingen.

Namun hingga kini polisi masih belum bisa mengidentifiaksi atau menahan para tersangka. Menurut kepala polisi, Thomas Rath, empat orang laki-laki meneriakan slogan rasis kepada mahiswi kedokteran berusia 24 tahun tersebut ketika mereka mendorongnya, sampai ia kehilangan keseimbangan.

Dalam laporannya kepada polisi usai kejadian, wanita muslimah yang jadi korban itu mengatakan ia diserang ketika berjalan dari perpustakaan kampus ke mobilnya.

Insiden ini terjadi hampir seminggu setelah seorang Jerman keturunan Rusia, Alex Wiens, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena menikam seorang apoteker berjilbab, Marwa El-Sherbini hingga tewas disebuah ruang pengadilan Dresden, Jerman. (aa/pt)

WHO: Kaum Homo dan Transgender Paling Banyak terkena AIDS

WHO memperingatkan bahwa epidemi HIV/AIDS tidak akan dapat diatasi, kecuali apabila perebakan penyakit di kalangan homoseksual, orang-orang transgender, dan kelompok-kelompok rentan lainnya berkurang. Direktur bagian HIV/AIDS pada WHO, Dokter Gottfried Hirnschall, mengatakan homoseksual dan orang-orang transgender adalah yang paling banyak terkena AIDS sejak epidemi itu mulai 39 tahun lalu, dan ini terus berlangsung sampai sekarang.
Ia mengatakan HIV muncul lagi baru-baru ini di kalangan homoseksual, khususnya di negara industri maju. Tetapi, ia mengatakan data menunjukkan munculnya epidemi baru HIV di kalangan homoseksual di Afrika, Asia, Karibia, Amerika Latin, dan Eropa Timur. “Fakta menunjukkan bahwa homoseksual diperkirakan 20 kali lebih mungkin tertular HIV daripada rata-rata populasi umum. Empat puluh persen homoseksual diperkirakan menderita HIV positif di sejumlah negara dan kawasan. Kita tahu bahwa populasi orang transgender juga banyak tertular. Tingkatnya berkisar dari 8 sampai 68 persen, jumlah yang luar biasa,” ujar Dokter Hirnschall dikutip Voice of America.

Dokter Hirnschall mengatakan pedoman baru WHO bertujuan membantu negara-negara dan masyarakat meningkatkan layanan yang diperlukan untuk mengurangi penularan baru di kalangan kelompok-kelompok yang rentan ini. Pedoman itu terdiri dari 21 rekomendasi, yang menyarankan cara-cara praktis memperbaiki akses untuk mencegah HIV, diagnosis, pengobatan dan perawatan.

Para pakar HIV mengatakan pedoman tersebut harus dianggap sebagai paket layanan yang komprehensif. Mereka menambahkan dampak terbesar pengurangan penularan HIV akan tampak apabila semua rekomendasi dijalankan. (roy/Hidayatullah.com)

Zionis Ancam Misi Kapal Freedom Flotilla 2

Petinggi militer Zionis-Israel mulai bersiap-siap menghalangi perjalanan Flotilla 2. Seorang yang namanya tak mau disebutkan menyatakan bahwa Tel Aviv memperingatkan setiap usaha angkutan laut para aktivis pro-Palestina untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. "Tidak akan ditemukan kapal menuju Gaza," demikian kata sumber itu yang juga dikutip Reuters.

Laporan menyebutkan, peringatan itu diarahkan kepada sebuah armada bantuan yang akan bertolak menuju ke Gaza pada pekan ketiga bulan Juni. Sumber Israel itu juga mengancam, "Jika pintu laut terbuka, Gaza akan dibanjiri dengan senjata dan roket."
Freedom Flotilla 2 akan berlayar ke Jalur Gaza pada akhir Juni ini, untuk mematahkan blokade ilegal Zionis Israel di wilayah itu. Salah satu penyelenggara armada bantuan ini, Insani Yardim Vakfi (IHH) yang berbasis di Turki, menyatakan pemberangkatan diatur agar sesuai dengan kondisi dalam negeri Turki.
“Kami akan berangkat ke Gaza akhir Juni, sesudah pemilu” yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Juni, demikian Salih Bilici, jurubicara IHH, sebagaimana dikutip Al-Ahram online baru-baru ini. Konvoi yang rencananya akan beranggotakan 15 kapal dan ratusan relawan dari 50 negara itu semula dijadwalkan bergerak akhir Mei, menandai setahun sudah sejak penyerangan Zionis terhadap Freedom Flotilla 1 yang mengakibatkan tewasnya sembilan relawan Turki pada 31 Mei 2010.
Misi ini tetap dinamai Freedom Flotilla dalam rangka mengenang serangan Zionis Israel pada tanggal 31 Mei 2010 yang menggugurkan sembilan aktivis Turki dan melukai sekitar 50 lainnya.
Panitia seleksi yang terdiri dari wakil 22 negara akan menyeleksi para pendaftar melalui beberapa tahapan. Diperkirakan, Freedom Flotilla 2 yang akan berangkat dari Brussels, Belgia, akan berkekuatan lebih dari 1500 relawan dari lebih 100 negara yang akan menumpangi 15 kapal barang dan penumpang.

Seperti dilaporkan Kantor Berita DPA hari Rabu (15/6) mengutip radio Israel menyatakan, berbagai unit militer merampungkan latihannya secara terpisah dan kini tengah melakukan manuver gabungan.
Militer Israel juga telah mengosongkan dua penjara untuk menampung aktivis konvoi Freedom Flotilla 2 jika mereka berhasil dicegat dan ditangkap. (roy/Hidayatullah.com)

Ormas Islam Indonesia Tolak Syi'ah

Sejumlah utusan ormas Islam mendeklarasikan pernyataan sikap tentang aliran Syi'ah dan keberadaan Majelis Ukhuwah Sunni-Syi'ah (MUHSIN), di Masjid Al-Furqan, Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia Jakarta, Jumat 10/6/2011.

Para pimbicara menjelaskan bahwa aliran Syiah, yakni Syi'ah Imamiyah asal Iran yang mulai marak disebarkan di Indonesia sangat bertentangan dengan akidah Islam. Di antara perbedaannya adalah, Syiah meyakini al-Qur`an belum sempurna, Syi'ah menganggap para imam mereka yang 12 ma'shum dari dosa dan kesalahan, menghalalkan nikah kontrak, dan mengkafirkan kalangan Ahlussunnah.

Para pembicara dalam acara tersebut adalah Habib Ahmad Zain Al Kaff (Yayasan Albayyinat dan PWNU Jatim), Ustadz Agus Tri Sundawi (Majelis Tarjih PP Muhammadiyuah), Idrus Ramli (alumni Ponpes Sidogiri Jatim), KH. Cholil Ridwan (BKsPPI dan MUI), serta Tiar Anwar Bachrtiar (Persatuan Islam).

Selain pembicara hadir juga perwakilan sejumlah ormas Islam yang juga turut menandatangani surat pernyataan sikap bersama. Di antaranya Perhimpunan Al Irsyad, Persatuan Tarbiyah Islamiyah, Hidayatullah, BKSPPI, Wahdah Islamiyah, Persis, DDII, Pemuda Al-Irsyad, Albayyinat, dan Forum Kajian Aliran Agama (FKAA) Bandung.

Berikut bunyi peryataan:

1. Ahlussunnah tidak dapat dipersatukan dengan Syi'ah, karena berbeda dalam ushuluddin (akidah/tauhid).
2. Syi'ah berbahaya bagi agama, bangsa, dan negara.
3. Mendesak MUI untuk mengeluarkan fatwa lagi tentang sesatnya Syi'ah secara tegas.
4. Mendesak pemerintah agar melarang Syi'ah dan aktivitasnya di seluruh wilayah Indonesia, agar tidak timbul konflik seperti di Irak, Yaman, Pakistan, dan negara lain.
5. Kami Ahlussunnah (Muslimin Indonesia) sangat menolak keras MUHSIN (Majelis Ukhuwah Sunni-Syiah) yang digagas beberapa waktu lalu oleh aktivis-aktivis Syi'ah dan oknum yang mengatasnamakan Muslimin Indonesia di Jakarta.(roy/Hidayatullah.com)

Ikut Jamaah Ahmadiyah, Mau Sholat Jadi Ribet

Posted by newydsui Sunday, April 3, 2011 0 comments

Ikut Jamaah Ahmadiyah, Mau Sholat Jadi Ribet

Satu keluarga Ahmadiyah terdiri dari delapan orang warga Kecamatan Pasirkoja, Kota Bandung, menyatakan kesadarannya untuk kembali memeluk agama Islam. Kedelapan eks jamaah Ahmadiyah itu menyatakan pilihan memeluk agama Islam ini bukan karena sesuatu, tapi karena kesucian dan kebenaran agama Islam.

Winardi, salah satu dari kedelapannya, mengaku sudah 12 tahun menganut ajaran Ahmadiyah. Dia selama itu mengaku merasa ribet alias serba susah ketika akan melaksanakan sholat di masjid. "(Ahmadiyah) selama ini tidak diakui. Ketika mau shalat atau beribadah lainnya, saya harus melakukan di Masjid Mubarak, tidak boleh di masjid lain,'' katanya. ''Saya ingin seperti yang lain. Kalau mau shalat, bisa di masjid mana saja.''

Winardi pun mengaku memilih Ahmadiyah karena orang tuanya Ahmadiyah. "Ibu bapak saya menganut Ahmadiyah. Keikutsertaan saya di Ahmadiyah juga dilakukan oleh kedua orang tua saya," katanya. ..Ketika mau shalat atau beribadah lainnya, saya harus melakukan di Masjid Mubarak, tidak boleh di masjid lain,'' katanya. ''Saya ingin seperti yang lain. Kalau mau shalat, bisa di masjid mana saja.'.
Dengan kembalinya ke ajaran Islam, Winardi mengaku dirinya kini bisa leluasa menjalankan ibadahnya di masjid manapun. Winardi menuturkan salah satu alasan yang membuat dirinya keluar dari ajaran Ahmadiyah ialah adanya Pergub Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pelarangan Aktivitas Ahmadiyah oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. "Salah satunya Pergub itu," kata Winardi yang sudah 12 tahun menganut ajaran Ahmadiyah.

Prosesi tobat delapan pengikut Ahmadiyah ini berlangsung di Masjid Al Ukhuwah di Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Senin (21/3). Acara disaksikan oleh Wali Kota Bandung Dada Rosada, Sekda Kota Bandung Edy Siswadi dan Ketua DPRD Kota Bandung Erwan Setiawan. ( roy/VOA Islam )

MER-C sesalkan pemerintah tak transparan soal RS Gaza

Organisasi relawan kesehatan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia mengirimkan surat mengenai pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina, kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang di antaranya berisi penyesalan mereka atas tidak transparannya pemerintah. "Kami memandang perlu untuk menyebarluaskan informasi ini kepada para donatur dan relasi yang sudah menyumbangkan dana dan kepedulian mereka untuk program RS Indonesia di Gaza," kata anggota Presidium MER-C Indonesia Joserizal Jurnalis dalam surat elektroniknya kepada Antara di Bogor, Senin (21/3/2011).

Ia menjelaskan, surat ini ada kaitannya dengan jawaban MER-C untuk surat pemerintah mengenai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pemerintah Indonesia dan Bank Pembangunan Islam (IDB). Pada prinispnya MER-C mendukung pemerintah Indonesia yang ingin membantu masyarakat Palestina.
"Karena kami yakin semakin banyak bantuan untuk rakyat Palestina akan semakin baik untuk mereka. Namun, yang kami sesalkan di sini adalah sikap pemerintah yang `tidak transparan` dan `tidak menepati komitmen` yang sudah disepakati sebelumnya," kata Joserizal dalam suratnya itu.
Komitmen itu rencana pembangunan pusat penanganan penyakit jantung di Gaza dalam perbincangan interdep yang digelar sepanjang tahun 2009-2010. Wacana ini pertama kali disampaikan Ketua BKSAP DPR-RI Hidayat Nurwahid pada pertemuan 9 Agustus 2010, lalu muncul lagi pada rapat interdep 26 Agustus 2010, namun dalam pembicaraan itu IDB ditempatkan sebagai lembaga yang akan menfasilitasi pengiriman dana pembanguan RS Indonesia, bukan sebagai pelaksana program.

"Untuk itu, kami menduga keras pembangunan `cardiac center` yang akan bertempat di komplek RS Shifa (Gaza City) adalah proyek IDB yang sudah ada sejak sebelum agresi Israel akhir tahun 2008 dan pembangunannya terlantar hingga kini," katanya.
Untuk itu, kata Joserizal, MER-C akan tetap melanjutkan pembangunan RS Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara, meskipun pemerintah Indonesia sudah mengalihkan bantuan dari program itu. "Hal ini kami lakukan semata-mata dalam rangka menyalurkan amanah dana dari rakyat Indonesia," katanya. (roy/arrahmah.com)

Muslim Australia Hadapi Peningkatan Islamophobia

Sebuah laporan baru dari Komisi HAM Australia memperingatkan peningkatan kecurigaan dan diskriminasi terhadap kaum Muslim di dalam masyarakat, mendesak dibutuhkannya pendidikan untuk mengurangi ketidaktahuan dan ketakutan tentang agama ini. "Saat ini ada wacana anti-Muslim yang menyatakan bahwa sebuah permusuhan yang mengakar seringkali terkait pada peristiwa di luar negeri," bunyi laporan yang dirilis pada hari Senin (21/3/2011) oleh Komisi HAM Australia.

Laporan yang berjudul "Kebebasan beragama dan berkeyakinan di Australia abad ke-21" itu menemukan bahwa pengakuan komunitas relijius yang lebih besar dibutuhkan di Australia. Itu melibatkan konsultasi komunitas dengan 274 kelompok agama dan sekuler, serta dengan pemerintah, kelompok HAM, dewan kota dan etika, juga lebih dari 2000 pengabdian masyarakat.
Peneliti laporan itu merujuk pada ketidaktahuan tingkat tinggi dari gereja tentang Islam sebagai salah satu alasan utama di balik penjelek-jelekan terhadap kaum Muslim oleh evangelis Kristen. Kaum Muslim, yang sudah tinggal di Australia selama lebih dari 200 tahun, membentuk 1.7% dari total 20 juta populasinya. Di Australia pasca 11 September, kaum Muslim telah dihantui oleh kecurigaan dan dipertanyakan patriotisme mereka.

Sebuah jajak pendapat tahun 2007 yang dilakukan oleh lembaga pemikir Issues Deliberation Australia (IDA) menemukan bahwa warga Australia pada dasarnya melihat Islam sebagai sebuah ancaman terhadap cara hidup mereka. Sebuah laporan pemerintah baru-baru ini mengungkapkan bahwa kaum Muslim menghadapi Islamofobia dan perlakuan rasis seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya. (roy/www.suaramedia.com)

KY: Ada Indikasi Majelis Hakim Ba'asyir Lakukan Pelanggaran

Majelis hakim perkara Abu Bakar Ba'asyir dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY) karena tidak adil dalam sidang antara lain terkait dilakukannya teleconference para saksi. Atas laporan itu, KY menilai, majelis hakim Ba'asyir tidak menjalankan proses persidangan dengan adil. "Kita ingin katakan bahwa ada indikasi majelis hakim tidak menjalankan proses persidangan secara fair. Ini sementara," ujar Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY Suparman Marzuki di kantor KY, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (22/3/2011).

Menurut Suparman, hakim harus adil terhadap terdakwa. Sebab pertaruhannya harga diri bangsa, bukan sekadar harga diri pengadilan. "Siapa pun yang diadili mau penjahat tengik sekali pun, dia tidak boleh menghilangkan harga diri, kredibilitas, dan kehormatan untuk menegakkan martabat keadilan. Ini yang kadang-kadang tidak disadari oleh hakim," terang Suparman.

Langkah KY selanjutnya, lanjut Suparman, yakni akan memeriksa berkas-berkas laporan Tim Pengacara Muslim (TPM) itu. "Dari situ kita simpulkan apakah kita harus memanggil hakim, apakah kita harus sampaikan sesuatu ke MA. Itu setelahnya tapi KY akan melakukan langkah-langkah positif," kata Suparman. Ada hukum acara yang dilanggar? "Ada. KY melihat ada pelanggaran kode etik pedoman perilaku," tutur dia.

Suparman menambahkan, sanksi majelis hakim Ba'asyir itu tergantung Majelis Kehormatan Hakim (MKH). Sanksi bisa pemecatan atau non palu (tidak menyidangkan perkara). Sidang Ba'asyir diketuai Herri Swantoro. Dalam sidang itu, pengacara memperdebatkan teleconference para saksi. Karena pengacara ngotot tidak setuju adanya teleconference, hakim mengusir pengacara Ba'asyir. Ba'asyir selalu walkout setiap saksi didengar keterangannya secara jarak jauh. Jaksa menghadirkan saksi secara teleconference dengan alasan saksi takut bertemu Ba'asyir. Meski demikian, hakim tidak pernah bertanya kepada saksi setiap memulai sidang, apakah benar saksi takut pada terdakwa terorisme itu. (roy/detik.com)

RADIO DAKWAH SYARI'AH

Browser tidak support

DONATUR YDSUI

DONATUR YDSUI
Donatur Ags - Sept 2011

DOWNLOAD DMagz

DOWNLOAD DMagz
Edisi 10 Th XI Oktober 2011

About Me

My Photo
newydsui
Adalah lembaga independent yang mengurusi masalah zakat, infaq dan shodaqoh dari para donatur yang ikhlas memberikan donasinya sebagai kontribusinya terhadap da'wah islamiyah diwilayah kota solo pada khususnya dan indonesia pada umumnya.
View my complete profile

Followers