JANGAN HADIRKAN TB DALAM HIDUP
(Oleh : dr. Mety)
Setiap tanggal 24 Maret diperingati sebagai hari TB (Tuberculosis) sedunia untuk mengingatkan kepada masyarakat luas bahwa penyakit TB merupakan penyakit yang masih perlu diwaspadai karena berdasarkan hasil Survey Kesehatan Rumah Tangga ( SKRT ) yang diadakan tahun 1995 dan 2001 Tuberkulosis merupakan penyebab kematian nomor satu dari golongan penyakit infeksi .
BERKENALAN DENGAN TUBERKULOSIS
TB merupakan singkatan dari penyakit Tuberkulosis . Masyarakat lebih mengenal dengan sebutan penyakit flek atau TBC . Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang ditemukan oleh Robert Koch , seorang ilmuwan Jerman .
Penyakit TB bukanlah penyakit kutukan atau penyakit keturunan . TB merupakan penyakit infeksi yang mudah menular . Mycobacterium tuberculosis ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui jalan pernafasan , yaitu ketika penderita TB bersin , bicara dan batuk sehingga menyebabkan basil TB menyebar melalui udara . Apabila masyarakat kebanyakan belum menyadari arti penting kebersihan lingkungannya terutama untuk warga yang tinggal di pemukiman padat dan kumuh dimana rumah yang sempit tanpa jendela atau ventilasi memadai merupakan kondisi yang mendukung berkembangnya kuman TB.
Gejala penyakit TB berbeda untuk anak dan dewasa . Pada anak , gejalanya adalah ;
1) Berat badan turun tanpa sebab yang jelas atau tidak naik dalam satu bulan meskipun sudah dengan penanganan gizi yang baik .
2) Sakit dan demam lama atau berulang tanpa sebab yang jelas
3) Batuk-batuk tanpa sebab yang jelas
4) Memiliki kontak atau hubungan yang erat dengan penderita TB yang pada pemeriksaan dengan mikroskop ditemukan kuman TB
5) Terdapat pembengkakan kelenjar getah bening di bawah kulit yang tidak nyeri
Sedang pada dewasa gejalanya adalah batuk lama dan berdahak selama lebih dari tiga minggu dengan disertai satu atau lebih dari gejala berikut ini ; kelelahan , demam , nyeri dada , sesak nafas , penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas , nafsu makan turu , batuk darah atau dahak bercampur dengan darah .
PENCEGAHAN PENYAKIT TBC-PARU
Agar TB tidak hadir dalam kehidupan kita , maka tindakan pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh dan dapat dikerjakan oleh penderita, masyarakat dan petugas kesehatan , meliputi :
A. Pengawasan Penderita, kontak dan lingkungan
1. Oleh penderita, dapat dilakukan dengan menutup mulut sewaktu batuk dan membuang dahak tidak disembarangan tempat.
2. Oleh masyarakat dapat dilakukan dengan meningkatkan kekebalan terhadap bayi diberikan vaksinasi.
3. Oleh petugas kesehatan dengan memberikan penyuluhan tentang penyakit TB yang antara lain meliputi gejala , bahaya dan akibat yang ditimbulkannya.
4. Isolasi, pemeriksaan kepada orang–orang yang terinfeksi, pengobatan khusus TBC. Pengobatan mondok dirumah sakit hanya bagi penderita yang kategori berat yang memerlukan pengembangan program pengobatannya yang karena alasan – alasan sosial ekonomi dan medis untuk tidak dikehendaki pengobatan jalan.
5. Des-Infeksi, Cuci tangan dan pengawasan kebersihan alat rumah tangga yang ketat, selain itu perlu perhatian khusus terhadap muntahan dan ludah (piring, tempat tidur, pakaian) serta ventilasi rumah dan sinar matahari yang cukup.
6. Imunisasi orang–orang kontak. Tindakan pencegahan bagi orang–orang sangat dekat (keluarga, perawat, dokter, petugas kesehatan lain) dan lainnya yang terindikasi dengan vaksinasi dan tindak lanjut bagi yang positif tertular.
7. Penyelidikan orang–orang kontak. Tuberculin-test bagi seluruh anggota keluarga dengan foto rontgen yang bereaksi positif, apabila cara–cara ini negatif, perlu diulang pemeriksaan tiap bulan selama 3 bulan, perlu penyelidikan intensif.
8. Pengobatan khusus. Penderita dengan TBC aktif perlu pengobatan yang tepat obat–obat kombinasi yang telah ditetapkan oleh dokter di minum dengan tekun dan teratur dalam waktu yang lama (6 atau 12 bulan). Diwaspadai adanya kebal terhadap obat-obat, dengan pemeriksaan penyelidikan oleh dokter.
B. Tindakan Pencegahan.
1. Status sosial ekonomi rendah yang merupakan faktor menjadi sakit, seperti kepadatan hunian, dengan meningkatkan pendidikan kesehatan.
2. Tersedia sarana-sarana kedokteran ; pemeriksaan penderita, kontak atau suspect ; pemeriksaan dan pengobatan dini bagi penderita, kontak, suspect.
3. Pengobatan preventif, diartikan sebagai tindakan keperawatan terhadap penyakit inaktif dengan pemberian pengobatan INH sebagai pencegahan.
4. Pemberian vaksinasi pertama-tama kepada bayi dengan perlindungan bagi ibunya dan keluarganya.
5. Memberantas penyakit TBC pada pemerah air susu dan tukang potong sapi dan pasteurisasi air susu sapi .
6. Tindakan mencegah bahaya penyakit paru kronis karena menghirup udara yang tercemar debu para pekerja tambang, pekerja semen dan sebagainya.
7. Pemeriksaan bakteriologis dahak pada orang dengan gejala TBC paru.
8. Pemeriksaan screening dengan tuberculin test pada kelompok beresiko tinggi, seperti para emigrant, orang–orang kontak dengan penderita, petugas dirumah sakit, petugas/guru disekolah, petugas foto rontgen.
9. Pemeriksaan foto rontgen pada orang–orang yang positif dari hasil pemeriksaan tuberculin test.
oleh : dr. Mety
Tetanus merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani yang hidup anaerob , berbentuk spora selama di luar tubuh manusia , tersebar luas di tanah dan mengeluarkan toksin bila dalam kondisi baik . Toksin ini dapat menghancurkan sel darah merah , merusak leukosit dan merupakan toksin yang dapat menyebabkan ketegangan dan spasme otot.
Penyakit tetanus biasanya timbul di daerah yang mudah terkontaminasi dengan tanah dan kebersihan serta perawatan luka yang buruk . Biasanya penyakit ini terjadi setelah luka tusuk yang dalam , misalnya luka yang disebabkan oleh tertusuk paku , pecahan kaca, kaleng atau luka tembak , karena luka tersebut menimbulkan keadaan anaerob yang ideal . Selain itu luka laserasi yang kotor , luka bakar dan patah tulang terbuka juga akan mengakibatkan keadaan anaerob yang ideal untuk pertumbuhan kuman Clostridium tetani ini . Walaupun demikian luka-luka ringan seperti luka gores , lesi pada mata , telinga , tonsil dan traktus digestivus serta gigitan serangga dapat pula merupakan pintu masuknya kuman penyebab tetanus ini .
Penyakit tetanus ini biasanya terjadi mendadak dengan ketegangan otot yang makin bertambah terutama pada rahang dan leher . Dalam waktu 48 jam penyakit ini menjadi nyata dengan timbulnya gejala ;
Kesukaran membuka mulut karena spasme otot-otot mastikatoris
Kuduk kaku karena ketegangan otot-otot erector trunki
Ketegangan otot dinding perut
Kejang tonik terutama bila dirangsang karena adanya toksin yang terdapat di kornu anterior
Alis tertarik ke atas , sudut mulut tertarik ke luar dan ke bawah , bibir tertekan kuat pada gigi .
Kesukaran menelan , gelisah , mudah terangsang , nyeri kepala , nyeri anggota badan sering merupakan gejala dini
Spasme yang khas , yaitu badan kaku dengan opistotonus , ekstremitas inferior dalam keadaan ekstensi , lengan kaku dan tangan mengepal kuat . Anak tetap sadar . Spasme mula-mula intermitten diselingi periode relaksasi . Kemudian tidak jelas lagi dan serangan tersebut disertai rasa nyeri . Kadang-kadang terjadi perdarahan intramuscular karena kontraksi yang kuat .
Asfiksia dan sianosis terjadi akibat serangan pada otot pernafasan dan laring . Retensi urin dapat terjadi karena spasme otot uretral . Fraktura kolumna vertebralis dapat pula terjadi karena kontraksi otot yang sangat kuat .
Panas biasanya tidak tinggi dan terdapat pada stadium akhir .
Biasanya terdapat leukositosis ringan dan kadang-kadang peninggian tekanan cairan otak
Beberapa komplikasi dari penyakit tetanus ini antara lain ;
Spasme otot faring yang menyebabkan terkumpulnya air liur di dalam rongga mulut dan hal ini memungkinkan terjadinya aspirasi sehingga dapat terjadi pneumonia aspirasi
Asfiksia
Atelektasis
Fraktura kompressi
Angka kematian yang disebabkan oleh penyakit tetanus ini dilaporkan masih tinggi yaitu sekitar 62% di Amerika serikat . Sedang untuk Indonesia sendiri di bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI RSCM Jakarta didapatkan angka 80% untuk tetanus neonatorum dan 30% untuk tetanus anak . Hal ini dipengaruhi beberapa factor dan penyakit ini akan semakin memburuk pada usia yang sangat muda (neonatus) dan usia lanjut , bila disertai frekuensi kejang yang tinggi , kenaikan suhu tubuh yang tinggi , pengobatan yang terlambat , jarak antara trismus dan kejang yang sangat pendek , dan adanya komplikasi terutama spasme otot pernafasan dan obstruksi saluran pernafasan .
Untuk mencegah terjadinya kasus tetanus ini , dilakukan hal-hal sebagai berikut ;
• Mencegah terjadinya luka
• Perawatan luka yang adekuat
• Pemberian serum anti tetanus (ATS) dalam beberapa jam setelah luka yaitu untuk memberikan kekebalan pasif sehingga dapat dicegah terjadinya tetanus atau masa inkubasi diperpanjang , atau bila terjadi tetanus gejalanya ringan .
• Pemberian antibiotic setelah mendapatkan luka berat
• Imunisasi aktif
Hepatitis adalah penyakit infeksi pada hati yang disebabkan oleh virus . Untuk hepatitis B , virus penyebabnya adalah virus hepatitis B ( HBV ) .Virus Hepatitis B merupakan virus DNA yang termasuk golongan Hepadnaviridae. Genome virus ini mempunyai empat buah open reading frame: inti, kapsul, polimerase, dan X. Gen inti mengkode protein nukleokapsid yang penting dalam membungkus virus dan HBeAg. Gen permukaan mengkode protein pre-S1, pre-S2, dan protein S. Gen X mengkode protein X yang berperan penting dalam proses karsinogenesis.
Untuk cara penularan , selain transmisi vertikal, virus Hepatitis B dapat ditransmisikan dengan efektif melalui cairan tubuh, perkutan, dan melalui membran mukosa. Penularan yang lebih rendah dapat terjadi melalui kontak dengan karier Hepatitis B, hemodialisis, paparan terhadap pekerja kesehatan yang terinfeksi, alat tato, alat tindik, hubungan seksual, dan inseminasi buatan. Selain itu penularan juga dapat terjadi melalui transfusi darah dan donor organ. Hepatitis B dapat menular melalui pasien dengan HBsAg yang negatif tetapi anti-HBc positif, karena adanya kemungkinan DNA virus Hepatitis B yang bersirkulasi, yang dapat dideteksi dengan PCR (10-20% kasus).Virus Hepatitis B 100 kali lebih infeksius pada pasien dengan infeksi HIV dan 10 kali lebih infeksius pada pasien Hepatitis C. Adanya HBeAg yang positif mengindikasikan risiko transmisi virus yang tinggi.
Patogenesis infeksi virus Hepatitis B merupakan suatu proses yang kompleks, yang melibatkan respon imun humoral dan seluler. Virus bereplikasi di dalam hepatosit. Virus Hepatitis B tidak bersifat sitopatik, dimana yang membuat kerusakan sel hati dan manifestasi klinis bukan disebabkan oleh virus yang menyerang hepatosit, tetapi oleh karena respon imun yang dihasilkan oleh tubuh. Respon antibodi terhadap antigen permukaan berperan dalam eliminasi virus. Respon sel T terhadap selubung, nukleokapsid, dan antigen polimerase berperan dalam eliminasi sel yang terinfeksi. Terdapat hipotesis yang menyatakan bahwa infeksi kronik berhubungan dengan respon sel T yang lemah. Penemuan DNA virus di ekstrahepatik menjelaskan tingginya tingkat transmisi virus dari organ donor yang mengandung anti-HBc yang positif.
Gambaran Klinis
Infeksi virus Hepatitis B terdiri dari empat fase: imunotoleran, immune clearance, fase non replikasi (karier inaktif), dan reaktivasi. Pasien yang sudah terinfeksi sejak lahir biasanya mempunyai kadar DNA serum yang tinggi tanpa manifestasi hepatitis aktif. Fase ini disebut fase imunotoleran. Fase immune clearance ditandai dengan menurunnya kadar DNA, meningkatnya kadar ALT, aktivitas histologi, dan lisis hepatosit. Fase non replikasi merupakan fase dimana terjadi serokonversi HBeAg menjadi anti-HBe. Pada fase ini DNA virus hanya dapat dideteksi dengan PCR, diikuti dengan normalisasi ALT, dan berkurangnya nekroinflamasi. Pada fase reaktivasi, terjadi peningkatan DNA virus yang tinggi dengan atau tan[a serokonversi HBeAg, disertai peningkatan ALT. Mutasi pada precore dan inti menghambat produksi HBeAg.
Berikut gejala klinis pada hepatitis B akut dan kronis ;
1. Hepatitis B akut
Masa inkubasi dari beberapa minggu sampai 6 bulan, tergantung dari jumlah replikasi virus. Hanya 30% pasien yang disertai ikterus. Infeksi akut biasanya ditandai dengan serum sickness pada 10-20% kasus, dengan demam, artralgia, artritis, dan kemerahan pada kulit. Ikterus akan hilang dalam waktu 1-3 bulan, tetapi beberapa pasien mengalami kelelahan kronik meskipun kadar ALT telah kembali normal. Pada umumnya kadar ALT dan HBsAg akan menurun dan hilang bersamaan; 80% kasus HBsAg hilang dalam 12 minggu setelah sakit. Kadar aminotransferase yang tinggi mencapai 1000-2000 IU/l sering terjadi, dimana ALT lebih tinggi daripada AST. Hepatitis fulminan terjadi pada kurang dari 1% kasus, biasanya terjadi dalam waktu 4-8 minggu setelah gejala, dan berhubungan dengan ensefalopati dan kegagalan multiorgan. Mortalitas hepatitis B fulminan > 80%.
2. Hepatitis B kronik
Gejala yang paling sering adalah kelelahan, anoreksia, dan malaise. Kadang-kadang juga disertai nyeri ringan pada abdomen kanan atas. Hepatitis B kronik dapat tidak bergejala. Bila terdapat sirosis hati, reaktivasi infeksi dapat disertai dengan ikterus dan gagal hati. Selain itu dapat pula disertai manifestasi klinis ekstrahepatik.
Komplikasi
Infeksi virus Hepatitis B pada orang dewasa dengan sistem imun yang intak menyebabkan infeksi akut, dengan 1-5% kasus menjadi kronik. Namun sebaliknya, 95% neonatus yang terinfeksi akan menjadi Hepatitis B kronik. Pada orang dewasa, gagal hati fulminan akibat Hepatitis B akut terjadi pada kurang dari 1% kasus. Survival spontan pada gagal hati akut akibat Hepatitis B adalah sekitar 20%. Infeksi Hepatitis B dikatakan kronik bila HBsAg dalam serum positif lebih dari 6 bulan. Sekitar 1/4-1/3 pasien dengan infeksi Hepatitis B kronik akan mengalami penyakit hati yang progresif.
Infeksi pada bayi 90% akan cenderung menjadi hepatitis B kronik, sedangkan infeksi pada anak usia 1-5 tahun 30-50% akan menjadi kronik. Hepatitis B kronik dapat menjadi sirosis hati dan hepatoma. Dua puluh lima persen pasien dengan hepatitis B kronik akan meninggal akibat sirosis hati maupun hepatoma.
Pencegahan
Pencegahan infeksi virus Hepatitis B dapat dilakukan melalui non imunisasi dan imunisasi. Pencegahan non imunisasi dapat dilakukan dengan cara, menghindari kontak dengan darah maupun cairan tubuh pasien yang terinfeksi virus Hepatitis B, tidak menggunakan jarum suntik dan alat kedokteran yang tidak steril, menghindari hubungan seksual yang tidak aman, dan cara-cara pencegahan umum lainnya.
Oleh: dr. Mety (tiem Medis Hilal Ahmar Solo)
Gabagen adalah sebutan untuk satu penyakit dalam bahasa jawa . Dalam bahasa medis disebut dengan morbili atau campak atau measles atau rubeola . Morbili adalah infeksi virus akut yang sangat infeksius , dapat menular sejak awal timbul panas sampai lebih kurang 4 hari setelah munculnya bercak merah .
Angka kejadian campak di Indonesia sejak tahun 1990 sampai 2002 masih tinggi sekitar 3000 – 4000 kasus pertahun , demikian juga frekuensi terjadinya KLB (Kejadian Luar Biasa) tampak meningkat dari 23 kali pertahun menjadi 174 . Umur terbanyak menderita campak adalah <12 bulan , diikuti kelompok umur 1 -4 tahun dan 5 – 14 tahun.
Penyebabnya adalah virus morbili yang terdapat dalam darah dan secret nasofaring selama stadium awal sampai 24 jam setelah timbul bercak-bercak . Cara penularannya dengan droplet , yaitu dengan menghirup ludah penderita morbili . Jadi , kita dapat terinfeksi virus ini dimana saja , baik pada saat berbicara langsung dengan penderita , atau di kendaraan umum , dan lainnya .
Biasanya penyakit ini timbul pada masa anak . Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang pernah menderita morbili akan mendapatkan kekebalan secara pasif melalui plasenta sampai bayi berumur 4-6 bulan . Setelah umur tersebut kekebalan akan mengurang sehingga bayi dapat menderita morbili . Bila sang ibu belum pernah menderita morbili maka bayi yang akan dilahirkannya tidak mempunyai kekebalan terhadap morbili dan dapat menderita penyakit ini setelah ia dilahirkan .
Bila seorang wanita menderita morbili ketika ia hamil 1 atau 2 bulan , maka 50% kemungkinan akan mengalami abortus atau keguguran ; bila ia menderita morbili pada umur kehamilan trimester pertama , kedua atau ketiga maka ia mungkin melahirkan seorang anak dengan kelainan bawaan atau seorang anak dengan berat badan lahir rendah atau lahir mati atau anak yang kemudian meninggal sebelum usia 1 tahun .
Penyakit ini terbagi menjadi 3 stadium , yaitu stadium awal ; stadium erupsi atau timbulnya bercak-bercak ; dan stadium penyembuhan . Pada stadium awal , muncul gejala panas , malaise , batuk , pilek , mata merah dan silau . Secara klinis , gambaran penyakit di stadium ini menyerupai influenza. Tanda yang khas yaitu adanya bercak Koplik .
Pada stadium berikutnya , selain batuk dan pilek yang terus bertambah , mulai timbul bercak-bercak merah atau disebut erupsi yang disertai menaiknya suhu badan . Mula-mula bercak merah timbul di belakang telinga , leher , wajah dan seluruh tubuh . Terasa gatal , muka bengkak . Tidak jarang disertai diare dan muntah .
Stadium terakhir yaitu stadium penyembuhan , erupsi berkurang meninggalkan bekas yang berwarna lebih tua (hiperpigmentasi) yang kelama-lamaan akan hilang sendiri . Selain hiperpigmentasi , ditemukan pula kulit yang bersisik . Suhu tubuh akan kembali normal .
Morbili dapat mengakibatkan beberapa komplikasi dikarenakan kekebalan tubuh yang menurun . komplikasi yang timbul di antaranya adalah otitis media (radang telinga) , ensefalitis (radang otak) bronkopneumonia (radang paru-paru) , dehidrasi yang diakibatkan adanya diare , kejang demam , dan SSPE (Subacute Sclerosing Pan Encephalitis) .
Bronkopneumonia dapat disebabkan oleh virus morbili atau adanya infeksi sekunder oleh bakteri Pneumococcus , Streptococcus , Staphylococcus . Bronkopneumonia ini dapat menyebabkan kematian bayi yang masih muda , anak dengan malnutrisi energy protein , penderita penyakit menahun (missal tuberkulosis) , leukemia dan lain-lain . Oleh karena itu pada keadaan tertentu perlu dilakukan pencegahan .
SSPE adalah suatu penyakit degenerasi yang jarang dari susunan syaraf pusat . Penyakit ini progressif dan fatal serta ditemukan pada anak dan orang dewasa . Ditandai oleh gejala yang terjadi secara tiba-tiba seperti kekacauan mental , disfungsi motorik , kejang dan koma . Perjalanan klinis lambat dan sebagian besar penderita meninggal dunia dalam 6 bulan sampai 3 tahun setelah terjadi gejala pertama . Penyebab SSPE tidak jelas tetapi ada bukti-bukti bahwa virus morbili memegang peranan dalam perjalanan penyakitnya .
Pemeriksaan laboratorium yang diperlukan untuk morbili adalah pemeriksaan darah tepi dan pemeriksaaan untuk komplikasi , meliputi ; pemeriksaan foto dada dan analisis gas darah untuk bronkopneumonia ; pemeriksaan cairan serebrospinalis , kadar elektrolit darah dan analisis gas darah untuk ensefalopati ; pemeriksaan feses lengkap untuk diare .
Penderita morbili yang tanpa disertai komplikasi dapat dirawat jalan , dengan memperhatikan asupan kalori yang masuk ,pemberian cairan yang cukup , tirah baring di tempat tidur , serta meminum obat yang telah diadviskan oleh dokter .Sedangkan penderita yang memerlukan rawat inap yaitu penderita morbili yang disertai komplikasi , kejang , dehidrasi , hyperpireksia , dan asupan oral sulit .
Untuk pencegahan terhadap morbili ini , dilakukan beberapa strategi reduksi , meliputi : pemberian vitamin A , imunisasi yang dilakukan pada saat anak berumur 9 bulan dan catch-up immunization yang diberikan pada anak sekolah dasar kelas 1-6 .
(wallohu a’lam bishshowab)
MANFAAT KURMA
Oleh : dr. Mety
Kurma menjadi primadona saat bulan Ramadhan . Di bulan Syawal pun , kurma turut serta menjadi salah satu hidangan manis di atas meja tamu . Animo masyarakat terhadap kurma sedemikian besar karena selain mempunyai manfaat untuk kesehatan , memakan kurma adalah sunnah Nabi , terutama jika dikonsumsi saat berbuka puasa . Banyak hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW dahulu berbuka puasa dengan beberapa ruthab ( kurma setengah masak ) , jika tak ada ruthab maka beliau berbuka dengan kurma , dan jika tak ada kurma beliau meminum beberapa tegukan air . Poin sunnah inilah yang dikejar ummat Islam dalam mengkonsumsi kurma , terutama di bulan Ramadhan . Sehingga tak salah jika saat Ramadhan kurma menjadi primadona . Tetapi , apakah mengkonsumsi kurma hanya saat Ramadhan saja ?
Kurma yang mempunyai nama latin Phoenix dactilifera sudah dikenal sejak zaman paleolitik. Kurma merupakan sejenis tanaman palma yang banyak ditanam di daerah jazirah Arab dan sebagian orang menganggap kurma hanya hidup di padang pasir. Namun di daerah lain yang memiliki tingkat kekeringan cukup tinggi, kurma dapat pula hidup. Kini, buah yang rasanya manis itu menjadi komoditas pertanian andalan yang laku keras untuk dijual oleh bangsaa Arab, Afrika dan bahkan China.
Kurma memiliki kandungan nutrisi yang berguna bagi tubuh. Kandungan gula menjadi komponen utama dengan komposisi yang mencapai 50 persen dari seluruh kandungan buahnya, ini lebih besar dibandingkan buah-buahan lainnya yang hanya mencapai 20-30 persen saja. Gula yang terkandung dalam kurma terdiri atas fruktosa dan glukosa dimana keduanya berkalori tinggi dan mudah serta cepat dicerna. Pada kurma yang masih lembek (matang di pohon dan belum dijemur) kandungan gulanya sekitar 60 persen. Sedangkan kurma yang telah dikeringkan kandungannya cukup tinggi, sekitar 70 persen.
Buah padang pasir ini juga mengandung berbagai vitamin yang diperlukan oleh tubuh. Vitamin A, thiamin, riboflavin, zat besi, vitamin B berada dalam buah kurma. Riboflavin dan niasin misalnya, akan membantu melepaskan energi dari makanan, sementara thiamin membantu melepaskan energi dari karbohidrat. Vitamin A dan niasin memainkan peranan dalam membentuk dan memelihara kulit yang sehat. Thiamin penting bagi sel-sel saraf, sementara niasin menjaga fungsi normal saraf. Mineral juga sangat banyak ditemukan dalam kurma. Magnesium dan kalium setidaknya berada dalam jumlah yang cukup bisa diandalkan untuk membantu kinerja tubuh menjadi lebih baik. Juga banyak terkandung serat-serat seperti layaknya buah yang lainnya , dimana serat tersebut dapat membuat pencernaan menjadi baik. Kandungan kurma membuat usus menjadi lunak dan mengaktifkannya sehingga secara alamiah seseorang secara mudah dapat buang air besar .
Bahan-bahan alami yang telah disediakan di alam memang memiliki manfaat bagi tubuh. Begitu pula dengan kurma. Buah yang satu ini juga memiliki khasiat yang dirasa cukup ampuh untuk membuat tubuh menjadi sehat dan juga mengatasi permasalahan yang sering timbul dalam dunia kesehatan.
Di saat yang sama, kurma segar memberikan manfaat besar kepada otak. Kurma, dengan kandungan 2.2% protein, juga berisi banyak jenis vitamin A, B1, dan B2. Protein-protein ini melindungi tubuh dari serangan penyakit dan infeksi, menunjang sel-sel tubuh memperbaharui diri, dan menyeimbangkan cairan-cairan tubuh. Vitamin A meningkatkan kemampuan pandangan mata dan kekuatan badan, juga kekuatan tulang dan gigi. Vitamin B1 memfasilitasi jaringan saraf berfungsi sehat sempurna, menunjang tubuh mengubah karbohidrat menjadi energi, mengatur selera makan dan pencernaan, serta memberdayakan metabolisme berasal dari protein dan lemak. Vitamin B2 memfasilitasi pembakaran protein-protein yang disebutkan tadi, karbohidrat, dan lemak yang diperlukan untuk penyedian energ dan pembaharuan sel.
Di samping semua ini, kurma juga mengandung banyak mineral yang esensial bagi tubuh (seperti potassium, sodium, kalsium, besi, mangan, dan tembaga). Bila potassium dan sodium bekerja bersamaan, mereka bertindak selaku pengatur ritme detak jantung. Dengan menfasillitasi pengalihan oksigen ke otak, potassium dapat memberdayakan pikiran jernih. Lebih jauh lagi, ia menyediakan kandungan alkali secukupnya pada cairan tubuh, merangsang ginjal mengeluarkan sampah-sampah racun metabolis, membantu menurunkan tekanan darah tinggi, dan menunjang pembentukan kulit sehat. Tetapi kurma sebaiknya tidak dimakan oleh mereka yang memiliki penyakit diabetes. Bukannya membaik, kurma akan membuat kadar gula penderita diabetes yang sudah cukup tinggi menjadi lebih tinggi. Menarik juga untuk dicatat, bahwa daging buah kurma secara khusus bermanfaat bagi mereka yang hidup dalam kawasan di mana kebun-kebun pepohonan ini tumbuh merata. Protein dan gula dari buah kurma merupakan sumber gizi yang paling utama bagi penduduk gurun pasir.
Selain manfaat di atas , kita tentu ingat dengan kisah bunda Maryam saat melahirkan , dikisahkan dalam surat Maryam ayat 24-26 yang kurang lebih artinya sebagai berikut ;
"Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: 'Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum, dan bersenang hatilah...." (Maryam [19]: 24-26)
Subhanalloh , pasti banyak hikmah yang terkandung dalam ayat ini . Alloh memerintahkan Maryam untuk memakan buah kurma pada persalinannya . Ilmu manusia yang terbatas baru dapat mengungkapkan bahwa pada setiap persalinan selalu mengeluarkan banyak darah, yang dengan sendirinya jumlah gula darah yang tertumpah karenanya cukup banyak. Karena gula yang lenyap itu harus diganti, keterlibatan kurma, seperti pada persalinan Maryam, nyata benar manfaatnya sebagai tambahan. Selain itu , kurma khususnya, sungguh bermanfaat bagi wanita hamil dan ibu-ibu yang menyusui secara alami. Daging buah kurma dapat meningkatkan kesehatan janin di dalam perut ibu, mencegah ibu dari rasa lemah, dan memperbanyak air susu bergizi tinggi.
Nah , dengan segudang manfaat yang dimiliki kurma , mengapa di luar bulan Ramadhan kita berhenti mengkonsumsinya ?
Maraji ;
PUASA DAN DISPEPSIA
oleh : dr. Mety
Bulan yang mulia kembali hadir , mengajak ummat muslim untuk sejenak melepas penat dunia dan beralih mengejar amalan-amalan akhirat yang nilai pahalanya dilipatgandakan oleh ALLOH swt . Di bulan Ramadhan diwajibkan untuk berpuasa . Mungkin hal ini tidak masalah bagi orang yang tak mempunyai penyakit tertentu , tetapi bagaimana dengan orang yang mempunyai penyakit dyspepsia ? berbahayakah jika penderita dyspepsia berpuasa ? Sebelum lebih jauh membahasnya , ada baiknya jika kita mengingat kembali manfaat puasa dari sisi pengetahuan modern , yaitu ;
1. Membebaskan tubuh dari racun , kotoran , sampah
Pada tubuh manusia terdapat sampah yang berbahaya seperti ; feses / tinja , urine , CO2 dan keringat . Tubuh akan terancam bahaya jika mengalami sembelit yang disebabkan oleh menumpuknya sisa-sisa sari makanan / tinja di usus yang pada akhirnya akan menyebabkan tinja tersebut terserap oleh tubuh . Dengan berpuasa , yang berarti membatasi suplai makanan yang masuk ke dalam tubuh , penumpukan kotoran , racun dan sampah di dalam tubuh dapat dicegah , sehingga tubuh bersih dari racun , kotoran dan sampah .
2. Menambah jumlah sel darah putih dan meningkatkan daya tahan tubuh
Menurut hasil penelitian di universitas Osaka , jepang , pada tahun 1930 ; diketahui bahwa setelah memasuki hari ke-7 berpuasa , jumlah sel darah putih dalam darah orang-orang yang berpuasa meningkat . Pada minggu pertama (hari 1-6) berpuasa , tidak ditemukan pertumbuhan sel darah putih , tetapi pada hari 7-10 , penambahan sel darah putihnya pesat sekali . Hal ini secara otomatis meningkatkan kekebalan tubuh , oleh karena sel darah putih memang berfungsi untuk melawan peradangan yang ada dalam tubuh , sehingga banyak penyakit radang yang dapat disembuhkan dengan berpuasa .
3. Meningkatkan fungsi organ tubuh
Berpuasa berarti memberikan kesempatan interval selama kurang lebih 14 jam bagi kerja organ-organ tubuh seperti lambung , ginjal dan liver. Selama itu tubuh tidak menerima masukan makanan maupun minuman , sehingga menimbulkan efek berupa rangsangan terhadap seluruh sel , jaringan dan organ tubuh . Efek rangsangan ini akan menghasilkan , memulihkan dan meningkatkan fungsi-fungsi organ sesuai dengan fungsi normalnya.
4. Meremajakan sel-sel tubuh
Organ-organ tubuh terdiri atas jaringan-jaringan yang merupakan kumpulan dari sel-sel , diantaranya adalah sel-sel darah , sel tulang , sel syaraf , sel otot dan sel lemak . Ketika kita menjalankan puasa , organ-organ tubuh berada pada posisi rileks , sehingga sel-sel tersebut memiliki kesempatan untuk memperbarui diri . Sel-sel baru terbentuk pada lapisan dalam yang kemudian mendesak sel-sel yang sudah tua untuk keluar . Sel-sel yang sudah tua ini segera mati pada saat mencapai permukaan dan kemudian mengelupas .
5. Meningkatkan fungsi susunan syaraf pusat
Seorang muslim mengawali puasa dengan niat yang ikhlas dan rela karena ALLOH swt . Dengan keikhlasan dan kepasrahan yang tulus , susunan syaraf akan berada dalam keadaan tenang , seimbang , dan rileks . Gangguan-gangguan berupa arus informasi yang dating dari dalam maupun dari luar diri orang yang sedang berpuasa , dalam bentuk emosional maupun dari godaan syetan seperti penyakit hati diantaranya riya / pamer , dendam , fitnah , dengki , takabur , dan kecil hati dapat diredam dan dikendalikan . Selain itu bulan Ramadhan merupakan bulan yang suci , bulan ketika seorang muslim cenderung menjauhkan diri dari godaan-godaan buruk dan jahat . Kondisi seperti ini dapat mengembalikan fungsi normal susunan syaraf pusat.
6. Memberikan kesempatan istirahat kepada alat pencernaan
Pada hari-hari di luar Ramadhan atau pada hari dimana kita sedang tidak berpuasa , alat pencernaan di dalam tubuh bekerja ekstra keras , maka alangkah bijaknya jika kita memberikan cuti paling tidak satu bulan dalam satu tahun. Makanan yang masuk ke dalam tubuh kita memerlukan proses pencernaan kurang lebih delapan jam , yaitu 4 jam diproses di lambung dan 4 jam di usus kecil . Jika makan sahur dilakukan pukul 4 pagi berarti pukul 12 siang alat pencernaan sudah selesai bekerja . Dari pukul 12 siang sampai waktu berbuka kurang lebih selama 6 jam alat pencernaan mengalami istirahat total.
Dyspepsia atau maag merupakan gangguan yang menyerang saluran cerna bagian atas , dengan keluhan nyeri di bagian ulu hati dan merasa tidak enak di ulu hati . Penyebabnya ada banyak , tapi dapat dibagi menjadi dyspepsia fungsional dan organic . Dikatakan dyspepsia organic jika ada kelainan di saluran cerna seperti karena kanker lambung , kanker usus 12 jari dan ulkus peptikum . Sedangkan pada dyspepsia fungsional tidak ditemukan adanya kelainan organic , hanya gangguan motilitas karena stress saja . Jika dilakukan endoskopi ,pada dyspepsia fungsional tidak ditemukan kelainan , tetapi pada dyspepsia organik ditemukan adanya kelainan . Angka kejadian dyspepsia fungsional sekitar 60-70% dan organic sekitar 30-40 % ; jadi sebagian besar fungsional .
Dyspepsia fungsional terjadi karena ketidakteraturan makan , sering mengkonsumsi cemilan yang mengandung coklat , keju , lemak dan merokok sepanjang hari . Bisa karena factor stress . Nah , pada saat mereka berpuasa , maka makannya menjadi teratur , karena dia pasti akan melakukan sahur dan buka; juga menghindari cemilan tak sehat dan rokok. Selain itu , factor stressnya terkendali sehingga menjadi lebih tenang . Beberapa penelitian menunjukkan , pada kelompokyang minum obat dan berpuasa hasilnya akan lebih baik dibanding kelompok yang minum obat tetapi tidak berpuasa.
Prinsipnya , orang yang mempunyai keluhan dyspepsia fungsional malah dianjurkan untuk berpuasa . Tetapi , pada orang dengan dyspepsia organic sebelum memutuskan berpuasa hendaknya berkonsultasi dulu dengan dokter . Oleh karena , penderita dyspepsia organic pun sebenarnya masih bisa berpuasa ,tergantung kasus yang dialaminya ringan atau berat . SELAMAT BERPUASA
Sejak ditemukan kasus AIDS di Amerika Serikat pada tahun 1981 hingga saat ini penyakit ini selalu menarik perhatian dunia kedokteran maupun masyarakat luas . Hal ini disebabkan oleh penyakit baru ini menyebabkan angka kematian yang tinggi , jumlah penderita yang meningkat dalam waktu singkat , dan sampai sekarang belum dapat ditanggulangi dengan tuntas . Meskipun demikian banyak hal yang telah dipelajari , di samping masih banyak yang belum jelas . Di Jakarta telah ditemukan kasus-kasus penyakit ini dalam bentuk ringan dan berat .
AIDS merupakan penyakit yang menyerang system kekebalan tubuh , yang berakibat penderitanya mudah terkena berbagai jenis infeksi bakteri , jamur , parasit , dan virus tertentu yang bersifat oportunistik . Selain itu penderita AIDS sering sekali menderita keganasan .
Menurut laporan , pada bulan September 1985 , kasus di AS sudah mencapai 13..000 , sedangkan di Eropa juga meningkat cepat . Pada akhir tahun 1984 di Perancis ditemukan 3 kasus baru perminggu . Di Jerman Barat dan Inggris pun ditemukan 2 penderita tiap minggu , sedangkan di Swiss dan Belanda ditemukan 1 kasus baru tiap minggu . Menarik untuk dicermati , karena kasus baru lebih banyak ditemukan di negara Barat , dan ditemukan pada masyarakat yang mempunyai kehidupan seksual yang cenderung menyimpang , seperti homoseksual , biseksual dan heteroseksual .
Berdasarkan penelitian di Perancis dan AS penyebab dari AIDS ialah retrovirus yang disebut Lymhadenopathy Associated Virus (LAV) dan kemudian di AS disebut Human T-cell Leukemia virus III (HTLV III) yang juga disebut Human T-cell Lymphotrophic Virus (suatu retrovirus) . LAV ditemukan di Perancis pada tahun 1983 , sedangkan HTLV III ditemukan di Amerika Serikat pada tahun berikutnya . Virus yang sama ini ternyata banyak ditemukan di Afrika Tengah .. Sebuah penyelidikan pada 200 monyet hijau Afrika , 70% dalam darahnya mengandung virus tersebut tanpa menimbulkan penyakit . Nama lain virus tersebut adalah Human Immunodefficiency Virus (HIV) .
Cara penularan belum jelas benar , tetapi terutama melalui darah dan hubungan seksual . Diperkirakan infeksi ditularkan melalui cairan tubuh . Virus ditemukan dalam jumlah besar dalam cairan sperma dan darah , sedangkan dalam jumlah kecil ditemukan dalam air liur dan airmata .
AIDS sampai sekarang biasanya berakhir dengan kematian . Jumlah kematian sejak diketahui berkisar antara 50 – 89 % dalam jangka waktu 3 tahun .. Pengobatan untuk penyembuhan penyakit sampai sekarang belum ada . Semua infeksi oportunistik pada penderita AIDS pada umumnya dapat diobati terutama bila dimulai sedini-dininya .
Dengan ditemukannya HIV , pada waktu ini sedang diusahakan pembuatan vaksin . Tetapi , mengingat pengalaman pembuatan vaksin hepatitis B yang memerlukan waktu kurang lebih 17 tahun , untuk hal ini masih diperlukan waktu yang lama .
Yang jelas adalah transmisi virus AIDS ini berlangsung melalui hubungan seksual , menggunakan jarum suntik bersama , dan sebagian kecil melalui transfuse darah maupun komponen darah . Oleh karena itu ada beberapa cara yang dapat ditempuh untuk mengurangi penularan penyakit , diantaranya adalah ;
1) Kontak seksual tidak boleh dilakukan dengan orang yang diketahui menderita AIDS dan orang yang sering menggunakan obat bius melalui pembuluh darah vena
2) Melakukan hubungan seksual yang halal dengan suami atau istri yang sah karena mitra seksual multiple atau hubungan seksual dengan orang yang mempunyai banyak teman kencan seksual , memberikan kemungkinan lebih besar mendapatkan AIDS
3) Cara hubungan seksual yang dapat merusak selaput lendir rectal , dapat memperbesar kemungkinan mendapatkan AIDS . Sanggama intra anal pasif yang pernah dilaporkan pada beberapa penelitian menunjukkan korelasi tersebut .
4) Kasus AIDS pada orang yang menggunakan obat bius melalui pembuluh darah vena dapat dikurangi dengan cara memberantas kebiasaan buruk tersebut dan melarang penggunaan jarum suntik bersama
5) Semua orang yang tergolong berisiko tinggi AIDS seharusnya tidak boleh menjadi donor . Di Amerika Serikat soal ini sudah dipecahkan dengan adanya penentuan zat anti AIDS dalam darah melalui metode ELISA . Di Indonesia , di beberapa rumah sakit besar uji ini sudah dapat dikerjakan .
6) Para dokter harus ketat mengenai indikasi medis transfusi darah yang dianjurkan untuk dipakai.
AIDS merupakan penyakit yang mengerikan dilihat dari sudut peningkatan jumlah kasus dalam kurun waktu yang singkat . Penyakit berlangsung fatal dan obat yang efektif belum ada . Tetapi , rupanya tidak semua orang yang mendapatkan virus AIDS dalam tubuhnya menderita penyakit tersebut . Di Indonesia , kebiasaan hubungan seksual sejenis dan penggunaan obat bius melalui pembuluh darah vena walaupun ada , tapi belum membudaya . Oleh karena itu , walaupun AIDS berkembang di Indonesia , hal tersebut tidak akan separah di dunia Barat .
Hanya saja , ada baiknya kita perlu waspada dengan memperhatikan cara pencegahan di atas yang sudah dianjurkan oleh beberapa pusat kesehatan dunia serta meningkatkan pendekatan agama secara lebih mendalam . Karena pada prinsipnya , hubungan seksual bebas di luar pernikahan dan penggunaan obat bius dilarang oleh agama , terutama agama Islam . (wallohu a’lam bish showab)



