THALASSEMIA

Posted by newydsui Tuesday, February 22, 2011
THALASSEMIA

Thalassemia merupakan penyakit yang diturunkan dari kedua orangtua kepada anak-anaknya secara resesif menurut hukum Mendell . Thalassemia untuk pertama kali dikenalkan oleh Cooley ( pada tahun 1925 ) yang ditemukannya pada orang Amerika keturunanan Italia . Penyakit ini ternyata banyak ditemukan di daerah Mediterania dan daerah sekitar khatulistiwa . Di Indonesia sendiri , thalassemia merupakan penyakit terbanyak di antara golongan penyakit anemia hemolitik dengan penyebab intrakorpuskuler .

Penyakit ini diakibatkan karena kegagalan pembentukan salah satu dari empat rantai asam amino yang membentuk hemoglobin sebagai bahan utama darah . Darah manusia terdiri atas plasma dan sel darah yang berupa sel darah merah (eritrosit) , sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit) . Seluruh sel darah tersebut dibentuk oleh sumsum tulang , sementara hemoglobin merupakan salah satu pembentuk sel darah merah . Hemoglobin terdiri dari 4 rantai asam amino ( 2 ranta amino alfa dan 2 rantai amino beta) yang bekerja bersama-sama untuk mengikat dan mengangkut oksigen ke seluruh tubuh . Rantai asam amino inilah yang gagal dibentuk sehingga menyebabkan timbulnya thalassemia.
Berdasarkan rantai asam amino yang gagal terbentuknya , thalassemia dibagi menjadi thalassemia alfa (hilang rantai alfa) dan thalassemia beta (hilang rantai beta) . Thalassemia khususnya thalassemia beta merupakan kelainan genetic yang paling sering ditemukan di dunia , termasuk di Indonesia.

Sedangkan secara klinis thalassemia dibagi dalam dua golongan , yang pertama yaitu thalassemia mayor yang memberikan gejala klinis yang khas sehingga merupakan penyakit darah yang serius yang bermula sejak awal anak-anak . Kemudian yang kedua adalah thalassemia minor yang biasanya tidak memberikan gejala klinis , terdapat pada orang-orang yang sehat namun berpotensi menjadi carrier atau pembawa gen thalassemia .

Seperti yang sudah disebutkan di atas , thalassemia merupakan penyakit yang diturunkan secara genetic dan resesif . Seseorang memiliki gen yang berasal dari gen kedua orangtuanya. Bila salah satu orangtuanya memiliki gen cacat ( gen pembawa thalassemia) sementara orangtua yang lain sehat , anaknya akan tetap sehat dan hanya mungkin menjadi carrier/pembawa (tidak memiliki gejala-gejala thalassemia yang berat). Sementara itu , bila kedua orangtuanya memiliki gen cacat , anaknya berpotensi menderita thalasssemia . Gen cacat inilah yang dapat menyebabkan kegagalan pembentukan rantai asam amino pada hemoglobin .
Semua thalassemia memiliki gejala yang mirip , tetapi beratnya bervariasi , tergantung jenis rantai asam amino yang hilang dan jumlah kehilangannya . Sebagian besar penderita mengalami anemia yang ringan. Keluhan yang sering timbul berupa pucat, gangguan nafsu makan , gangguan tumbuh kembang . Pada bentuk yang lebih berat , penderita dapat mengalami anemia karena kegagalan pembentukan sel darah , pembesaran limpa dan hati akibat anemia yang lama dan berat , perut membuncit karena pembesaran kedua organ tersebut , sakit kuning / jaundice , sesak nafas karena jantung bekerja terlalu berat , yang akan mengakibatkan gagal jantung dan pembengkakan tungkai bawah. Sumsum tulang yang terlalu aktif dalam usahanya membentuk darah yang cukup , dapat menyebabkan penebalan dan pembesaran tulang , terutama tulang kepala dan wajah . Tulang-tulang panjang menjadi lemah dan mudah patah .

Thalassemia lebih sulit didiagnosa dibandingkan penyakit hemoglobin lainnya . Selain diperlukan pemeriksaan darah lengkap juga dibutuhkan pemeriksaan lain seperti analisis DNA untuk menentukan jenis mutasi penyebab thalassemia .

Hingga sekarang , tidak ada obat yang dapat menyembuhkan thalassemia . Terapi yang dapat digunakan saat ini ialah dengan memberikan transfuse darah bila kadar hemoglobin telah rendah atau bila penderita anak-anak mengeluh tidak mau makan dan lemah , kemudian tambahan asam folat serta mempertahankan Hb antara 8 sampai 9,5 g/dl. Keadaan ini akan memberikan supresi sumsum tulang yang adekuat, dan dapat mempertahankan pertumbuhan dan perkembangan penderita. Yang perlu diperhatikan , pada penderita thalassemia yang menjalani transfuse darah , pemberian preparat besi merupakan kontra indikasi karena dapat menimbulkan penimbunan besi dalam jaringan tubuh .

Karena disebabkan keadaan anemia yang berat dan lama , komplikasi dari thalassemia adalah gagal jantung . Kadang-kadang thalassemia disertai dengan tanda hipersplenisme / limpa yang membesar seperti leucopenia dan trombositopenia . Kematian terutama disebabkan oleh infeksi dan gagal jantung .

Perawatan thalassemia yang ideal memerlukan biaya yang sangat tinggi , ini pun bukan pengobatan secara total . Maka , pada keluarga dengan riwayat thalassemia perlu dilakukan penyuluhan genetic untuk menentukan resiko kemungkinan memiliki anak yang menderita thalassemia . Banyak negara yang mempunyai frekuensi gen thalassemia tinggi melaksanakan program pencegahan lahirnya penderita baru . Untuk hal ini , diperlukan skrining pembawa sifat dan diagnosis sebelum menikah atau sebelum hamil .
Wallohu a’lam bishshowab

0 comments

Post a Comment

RADIO DAKWAH SYARI'AH

Browser tidak support

DONATUR YDSUI

DONATUR YDSUI
Donatur Ags - Sept 2011

DOWNLOAD DMagz

DOWNLOAD DMagz
Edisi 10 Th XI Oktober 2011

About Me

My Photo
newydsui
Adalah lembaga independent yang mengurusi masalah zakat, infaq dan shodaqoh dari para donatur yang ikhlas memberikan donasinya sebagai kontribusinya terhadap da'wah islamiyah diwilayah kota solo pada khususnya dan indonesia pada umumnya.
View my complete profile

Followers