Tubuhmu! Untuk apa?

Posted by newydsui Tuesday, March 8, 2011 0 comments

Tubuhmu! Untuk apa?
Oleh : Nor Sahid

Setelah sholat malam…, ditengah keheningan malam…coba diri ini merenung…

1.Kepala kita! Apakah ia sudah kita tundukkan, rukukkan dan sujudkan dengan segenap kepasrahan seorang hamba yang tiada daya di hadapan Allah Yang Maha Perkasa, atau ia tetap tengadah dengan segenap keangkuhan, kecongkakan dan kesombongan seorang manusia?
2. Mata kita! Apakah ia sudah kita gunakan untuk menatap keindahan dan keagungan ciptaan-ciptaan Allah Yang Maha Kuasa, atau kita gunakan untuk melihat segala pemandangan dan kemaksiatan yang dilarang?
3. Telinga Kita! Apakah ia sudah kita gunakan untuk mendengarkan suara adzan, bacaan Al Qur’an, seruan kebaikan, atau kita gunakan utk mendengarkan suara-suara yang sia-sia tiada bermakna?
4. Hidung Kita! Apakah sudah kita gunakan untuk mencium sajadah yang terhampar di tempat sholat, mencium anak-anak tercinta serta mencium kepala anak-anak yatim piatu yang sangat kehilangan kedua orangtuanya dan sangat mendambakan cinta bunda dan ayahnya?
5. Mulut kita! Apakah sudah kita gunakan untuk mengatakan kebenaran dan kebaikan, nasehat-nasehat bermanfaat serta kata-kata bermakna atau kita gunakan untuk mengatakan kata-kata tak berguna dan berbisa, mengeluarkan tahafaul lisan alias penyakit lisan seperti: bergibah, memfitnah, mengadu domba, berdusta bahkan menyakiti hati sesama?
6. Tangan Kita! Apakah sudah kita gunakan utk bersedekah kepada dhuafa, membantu sesama yang kena musibah, membantu sesama yang butuh bantuan, mencipta karya yang berguna bagi ummat atau kita gunakan untuk mencuri, korupsi, menzalimi orang lain serta merampas hak-hak serta harta orang yang tak berdaya?
7. Kaki Kita! Apakah sudah kita gunakan untuk melangkah ke tempat ibadah, ke tempat menuntut ilmu bermanfaat, ke tempat-tempat pengajian yang kian mendekatkan perasaan kepada Allah Yang Maha Penyayang atau kita gunakan untuk melangkah ke tempat maksiat dan kejahatan?
8. Dada Kita! Apakah didalamnya tersimpan perasaan yang lapang, sabar, tawakal dan keikhlasan serta perasaan selalu bersyukur kepada Allah Yang Maha Bijaksana, atau di dalamnya tertanam ladang jiwa yang tumbuh subur daun-daun takabur, biji-biji bakhil, benih iri hati dan dengki serta pepohonan berbuah riya?
9. Perut kita! Apakah didalamnya diisi oleh makanan halal dan makanan yang diperoleh dengan cara yang halal sehingga semua terasa nikmat dan barokah. Atau didalamnya diisi oleh makanan yang diperoleh dengan cara yang tidak halal, dengan segala ketamakan dan kerakusan kita?
10. Diri kita! Apakah kita sering tafakur, tadabur, dan selalu bersyukur atas karunia yang kita terima dari Allah Yang Maha Perkasa?
Wallahu’alam bishshawab

Imam Az-Zuhri

Posted by newydsui 0 comments

Imam Az-Zuhri
Oleh : Amar Syarifuddin, Lc

“Aku tidak menduga bahwa ada orang yang menguasai ilmu seperti Ibnu Syihab.” (Rabiah Ar-Ra’yi)

Dia adalah Muhammad bin Muslim bin Abdillah bin Syihab bin Abdillah bin Al-Harits bin Zuhrah bin Kitab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib. Seorang Imam yang luas ilmunya, al-Hafizh di zamannya, Abu Bakar Al-Qurasy Az-Zuhri al-Madani.

Ia lahir dikota Syam. Menurut Duhaim dan Ahmad bin Shaleh dia lahir pada tahun 50 Hijriyah, sedangkan menurut Khulaifah bin Khayyat dia dilahirkan pada tahun 51 Hijriyah. Dalam lembaran sejarah, ia lebih terkenal dengan sebutan imam az-Zuhri.

Ia dikaruniai usia panjang hingga berkesampatan untuk bertemu dengan sebagian shahabat Nabi, bertemu dengan 10 shahabat dan mengambil ilmu dari mereka. Ia meriwayatkan hadis dari Abdullah bin Umar, Anas bin Malik, Sahl bin Sa’ad, Saib bin Yazid dan beberapa sahabat lainnya.

Muhammad Az-Zuhri adalah gudang ilmu.

Tidak berlebihan jika ia dijuluki sebagai gudang ilmu. Karena imam Az-Zuhri memang menguasai berbagai macam disiplin ilmu. Berikut ini pernyataan dari beberapa ulama tentang keilmuannya:

Laits bin Sa’ad berkata, “Aku tidak mengetahui ada orang alim yang mengumpulkan banyak ilmu daripada Ibnu Syihab.”

Rabiah ar-Ra’yi berkata, “Aku tidak menduga bahwa ada orang yang menguasai ilmu seperti Ibnu Syihab.” Maksudnya, Muhammad Az-Zuhri.
Amr bin Dinar, “Aku belum pernah melihat seorang pun yang lebih mendalami ilmu hadits dari Ibnu Syihab.

Umar bin Abdul Aziz bertanya, “Apakah kalian mau menemui Ibnu Syihab (Imam Az-Zuhri)?” Mereka menjawab, “Kami akan melakukannya.” Dia berkata, “Temuilah dia, karena sesungguhnya tidak ada yang tersisa saat ini orang yang lebih tahu tentang sunnah Rasulullah daripadanya.”
Ad-Darawardi berkata, “Sesungguhnya orang yang pertama kali menyusun dan membukukan ilmu pengetahuan adalah Ibnu Syihab (Imam Az-Zuhri).”
Ahmad bin Hambal, berkata, “Az-Zuhri adalah orang yang paling kompeten dalam hadits dan yang paling baik sanadnya.” Dia juga berkata, “Az-Zuhri orang yang terbaik dalam hal hadis dan terbaik dalam hal isnad.”

Kedalaman ilmu tersebut tidak didapat imam Az-Zuhri secara gratis, dan bukan semata karena ia cerdas. Tetapi semua itu berkat kesungguhan dan kesabarannya dalam meniti berbagai sarana yang dapat menunjang keberhasilannya.
Demi ilmu, dia berani melakukan perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan. Dan jika ia masuk ke rumah, ia langsung bergelut dengan buku sehingga melupakan hal-hal lain. Ketika istrinya masuk. Muhammad Aaz-Zuhri selalu bersama bukunya. Sang istri sampai cemburu. Sang istri pernah berdiri disampingnya seraya berkata, “Demi Allah, kecemburuanku pada buku-buku ini lebih besar daripada tiga wanita?”

Ia juga selalu mendampingi para ulama. Ia pernah berkata, ”Hewan tungganganku berjalan mengiringi Said bin Musayyib selama delapan tahun.” Dan ketika dia menyertai Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah, salah seorang ahli fiqih Madinah. Muhammad Az-Zuhri melayaninya layaknya seorang pembantu melayani tuannya. Ketika pembantu sebenarnya Ubaidillah pergi, Muhammad az-Zuhri datang mengetuk pintu. “Siapa di depan pintu,” tanya Ubaidillah.
Budak Ubaidillah menjawab, “Pelayanmu!”
Ubaidillah mengira pembantunya. Padahal, dia adalah Muhammad Az-Zuhri.

Imam Az-Zuhri juga rajin mencatat semua ilmu yang didengarnya. Abdurrahman bin Abi Az-Zinad berkata, “Aku saat itu sedang melakukan Thawaf bersama dengan Ibnu Syihab. Ibn Syihab membawa selembar kertas dan papan tulis, dia berkata “Dan kami tertawa bersama karenanya.”
Imam Az-Zuhri senantiasa mengulang dan mempelajari kembali ilmu yang didapat. Ya’kub bin Abdirrahman berkata, “Sesungguhnya Az-Zuhri pernah menuntut ilmu kepada Urwah dan yang lain, kemudian dia membangunkan seorang budak perempuannya yang masih tertidur, lalu dia berkata kepadanya. “Si Fulan sedang begini, begini.” Si budak itu berkata, “Apa ini?” dia kemudian berkata, “Aku telah tahu bahwa kamu tidak dapat memanfaatkannya, akan tetapi aku sudah mendengar (perkataan ini) dan aku ingin mengingatnya (mempelajarinya)”
Dia sangat memegang prinsip ini hingga dia berkata, “Ilmu pengetahuan sirna karena penyakit lupa dan tidak mempelajarinya.”

Imam Az-Zuhri juga dikaruniai Allah daya hafal yang sangat kuat. Bagi Az-Zuhri karunia ini adalah anugerah berharga yang sangat disuyukurinya. Dia berkata, “Tidak ada sesuatu pun yang diterima hatiku yang kulupakan.” Ia juga berkata, “Aku tidak pernah ragu terhadap hafalan hadisku kecuali satu hadis. Aku pun menanyakan pada salah seorang sahabatku. Ternyata persis seperti yang kuhafal.”

Muhammad Az-Zuhri tak hanya mengantungi banyak ilmu, tapi juga mengamalkannya. Suatu ketika Muhammad bin al-Munkadir melihatnya lalu berkata, “Aku melihat di antara dua mata Az-Zuhri ada tanda bekas sujud.” Ini menunjukan banyaknya ibadah sang imam.

Kedalaman ilmu fiqihnya.

Dia berbuka pada puasa Ramadhan ketika musafir. Namun saat hari Asyura’ ketika safar, dia justru berpuasa. Saat ditanya mengapa dia berbuka dan kadang berpuasa ketika musafir, ia menjawab, “Sesungguhnya puasa hari-hari Ramadhan bisa diganti dengan hari lain. Sedangkan hari Asyura’ tidak.”

Betapa indah ibadah ahli ilmu. Betapa indah ibadah para ulama. Betapa banyak orang alim ketika membaca Al-Qur’an mendapatkan kenikmatan yang tak didapat orang selain mereka. Dengan membaca Al-Qur’an, mereka mengetahui perintah-Nya dan memahami yang halal dan haram.
Ketika salah seorang saudaranya ditanya, apakah Az-Zuhri menggunakan minyak wangi, saudaranya menjawab, “Aku mencium minyak wangi dari langkah hewan kendaraan az-Zuhri.”
Bukanlah termasuk zuhud seseorang yang menolak perhiasan dunia. Zuhud adalah memakan yang halal tanpa berlebihan. Siapa yang makan yang baik dan melaksanakan Hak-Nya dan mengambil dari dunia sekadar yang ia butuhkan, itulah zuhud yang sebenarnya.

Muhammad Az-Zuhri biasa bergaul dengan para penguasa. Karenanya, para khalifah Bani Umayyah banyak yang memuliakannya. Suatu saat ia berada di suatu kaum yang mengeluh, “Kami mempunyai 18 wanita yang sudah lanjut usia. Mereka tak mempunyai pelayan.”
Imam Az-Zuhri segera memberikan 10000 dirham, dan menyiapkan 1000 dirham untuk pelayan mereka.

Raja’ bin Haywah pernah menasehatinya tentang kedekatannya dengan para penguasa Bani Umayyah, “Tidaklah engkau aman dari tangan-tangan mereka (maksudnya para penguasa Bani Umayyah).”
Imam Az-Zuhri berjanji untuk mengurangi kedekatannya. Ketika suatu saat, Raja’ menemuinya, Az-Zuhri sudah meletakan makanan dan meninggalkan manisan mereka. Raja’ berkata, “Wahai Abu Bakar, ini yang kami bedakan.” Lalu Az-Zuhri berkata,” Sesungguhnya, kedermawanan itu tidak bisa dengan coba-coba.”

Walaupun dekat dengan penguasa, hal itu tidak membuat imam Az-Zuhri mengekor. Ia tetap tegas menolak hal yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Suatu ketika, Sulaiman bin Yasar menemui Hisyan bin Abdul Malik.”Wahai Sulaiman!Siapa yang memanggul dosa besar dari golongan mereka?(maksudnya dari lawan Aisyah?)” tanya Hisyam. “Abdullah bin ubay bin Salul,” jawab Sulaiman.
“Engkau berbohong!Tapi Ali bin Abi Thalib.”
“Amirul Mukminin lebih mengetahui apa yang ia katakan,”jawab Sulaiman.
Ketika Imam Az-Zuhri menemui Hisyam, ia ditanya dengan pertanyaan serupa.”Abdullah bin Ubay bin Salul,” jawab Az-Zuhri.
“Engkau bohong!Tapi Ali bin Abi Thalib,”ujar Hisyam.

“Tidak. Seandainya ada seruan dari langit yang mengatakan bahwa Allah menghalalkan berbohong, aku tetap tidak mau berbohong. Dari Urqah bin Zubair, Said bin Musayyab, dan Ubaidillah bin Abdullah dari Aisyah bahwa orang yang memanggul dosa dari lawannnya adalah Abdullah bin Ubay bi Salul.”
Demikianlah. Imam Az-Zuhri tetap pada pendiriannya. Ia wafat dalam usia 72 tahun. Ia meninggal pada malam selasa, 17 Ramadhan tahun 124 Hijriyah.

Sumber:
101 Kisah Tabi'in
Hilyah Al-Auliya’ karya Abu Nua’im Al-Ashbihani
Sirah A’lam An-Nubala’ karya Adz-Dzahabi
dll

EMPAT HAK RASULULLAH

Posted by newydsui 0 comments

EMPAT HAK RASULULLAH
Imtihan Syafii

Rasulullah saw telah menyampaikan risalah teragung ini dengan cara terbaik sempurna. Ummul Mukminin ‘Aisyah ra berkata, “Barangsiapa berkata kepada kalian bahwa Muhammad menyembunyikan sesuatu dari wahyu Allah, sungguh ia telah membuat kedustaan besar. Jika beliau mesti menyembunyikan sesuatu, pastilah beliau menyembunyikan firman Allah, ‘… sedangkan kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang dinampakkan oleh Allah, dan kamu takut kepada manusia, sedangkan Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti.’ (al-Ahzab: 37)”

Begitu besarnya jasa Rasulullah saw terhadap kita maka wajarlah jika beliau memiliki beberapa hak yang mesti kita penuhi. Hak beliau adalah kewajiban kita sebagai orang-orang yang beriman.

Bersyahadat dengan benar
Makna yang benar dari “persaksian” bahwa Muhammad adalah utusan Allah adalah membenarkan, mengimani, menaati, dan mengikuti sunnah Rasulullah saw. Allah berfirman,
“Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al-Quran) yang telah Kami turunkan. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (at-Taghabun: 8)
“Barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir neraka yang bernyala-nyala. (Al-Fath: 13)
Allah pun telah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk taat kepada nabi-Nya,
“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari pada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya),” (al-Anfal: 20)
Rasulullah saw juga bersabda, “Setiap umatku akan masuk surga, kecuali orang yang enggan.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah saw, siapakah yang enggan itu?” Beliau menjawab, “Barangsiapa yang menaatiku akan masuk surga, dan barangsiapa yang bermaksiat kepadaku, dialah orang yang enggan itu.” (HR. Bukhari dan al-Hakim)

Allah pun telah memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman untuk berittiba’ kepada Nabi-Nya dan meneladani sunnahnya.
“Katakanlah, ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu!’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali ‘Imran: 31)
“Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah ia, supaya kamu mendapat petunjuk". (Al-A’raf: 158)
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan ia banyak menyebut Allah. (Al-Ahzab: 21)

Allah juga menetapkan bahwa menyelisihi Nabi adalah suatu pelanggaran, suatu kemaksiatan.
“Maka demi Rabb-mu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (An-Nisa: 65)
“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa dalam kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. (An-Nisa`: 115)

Mencintai Nabi
Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah beriman salah seorang dari kalian sehingga aku lebih dicintainya daripada anaknya, orang tuanya, dan semua manusia.” (Bukhari Muslim)
“Ada tiga perkara, barangsiapa ketiga perkara itu ada pada dirinya, sungguh ia telah merasakan manisnya iman. Hendaknya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya daripada selain keduanya. Hendaknya mencintai seseorang karena Allah saja. Hendaknya ia takut kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya darinya sebagaimana ia takut dilemparkan ke dalam api.
Suatu hari seseorang menemui Nabi saw dan bertanya, “Kapankah kiamat akan terjadi, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?” Orang itu menjawab, “Yang aku persiapkan bukan banyak shalat sunnah, puasa sunnah, ataupun sedekah. Hanyasaja, aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.” Rasulullah saw bersabda, “Engkau bersama dengan yang engkau cintai.” (Bukhari Muslim)
Mencintai Nabi ada alamatnya, yaitu: meneladani beliau, mendahulukan syariatnya, mengingatnya dengan bershalawat sebagaimana yang beliau perintahkan, mencintai para sahabat, dan memuliakan ahlulbait—termasuk istri-istri beliau.

Memuliakan Nabi
Amru bin ‘Ash berkata, “Tidak ada yang lebih aku cintai dari Rasulullah saw, dan tidak ada yang lebih mulia di mataku melebihi beliau. Aku belum pernah menatapnya dengan penuh karena memuliakan beliau. Sekiranya aku diminta untuk menggambarkan tentang beliau secara lisan, sungguh aku tak akan mampu, sebab aku belum pernah menatapnya dengan penuh.”
Pemuliaan terhadap beliau yang terbaik adalah memuliakan sunnah-sunnah beliau.

Bershalawat kepada Nabi
Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Al-Ahzab: 56)
Shalawat Allah adalah pujian-Nya di hadapan para nabi, shalawat malaikat adalah permohonan ampunan kepada Allah untuk beliau, dan shalawat manusia adalah doa, penghormatan, dan pemuliaan mereka kepada beliau.
Dalam banyak keadaan kita disunnahkan untuk membaca shalawat, di antaranya: saat ada orang menyebut nama beliau, saat bermajlis, saat selesai mendengar kumandang adzan, saat masuk dan keluar masjid, setelah tasyahhud dalam shalat, saat selesai berdoa, dan pada hari serta malam Jumat.
Wallahu a’lam.

Khadafi Semakin Beringas, Tuduh Usamah Bin Ladin di Balik Pemberontakan Libya

Angkatan Darat dan milisi yang setia pada Muammar Khadafi menyerang balik terhadap pemberontakan di Libya yang telah bangkit di kota-kota dekat ibukota pada Kamis, mereka menyerang sebuah masjid dimana banyak orang anti-pemerintah sedang berada dan berjuang bersama dengan yang lainnya untuk merebut kendali sebuah bandara. Soerang dokter masjid mengatakan bahwa 10 orang telah tewas di masjid itu akibat serangan.

Tuduh Al Qoidah

Khadafi malah menuduh pemimpin Al Qoidah , Usamah bin Ladin berada di balik pemberontakan di Libya, ia katakan itu dalam sebuah telepon ke stasiun TV negara. Pemimpin Libya ini mengatakan, pemberontakan selama lebih dari seminggu ini telah dilakukan oleh anak-anak muda yang mengkonsumsi pil halusinasi yang diberikan kepada mereka di dalam "kopi dan susu mereka, seperti Nescafe."

"Malulah kalian orang Zawiya, kontrol anak-anak kalian," katanya, saat mendatangi penduduk kota di Tripoli di luar masjid dimana serangan terjadi. "Mereka yang setia kepada Bin Ladin," merekalah yang terlibat dalam pemberontakan tersebut, kata Khadafi. "Apa yang akan kalian lakukan kepada Bin Ladin wahai orang-orang Zawiya? mereka telah mengeksploitasi pemuda-pemuda kalian... saya yakin ini adalah ulah Bin Ladin."

Serangan pada hari Kamis ini ditujukan untuk memukul mundur sebuah pemberontakan yang telah bergerak mendekati benteng Khadafi di ibukota Tripoli. Sebagian besar wilayah timur Libya telah memisahkan diri, dan sebagian rezim Khadafi telah hangus terbakar.

Di Zawiya, 30 mil (50 km) barat Tripoli, satuan tentara menyerang kota Masjid Souq, dimana para demonstran anti-pemerintah telah berkemah selama berhari-hari dalam usaha mereka menggulingkan Khadafi. Kata seorang saksi mata, para tentara telah melepaskan tembakan dengan senjata otomatis dan menghantam menara masjid dengan sennjata anti pesawat. Beberapa pemuda yang berada didalam masjid berlarian mencari tempat perlindungan dari tembakan.

Seorang dokter di sebuah klinik lapangan yang didirikan di masjid mengatakan ia melihat 10 mayat, ditembak di kepala dan danda, serta 150 orang lainnya terluka. [roy/muslimdaily.net/ap]

Takut Siswa Masuk Islam, Bahasa Arab Dilarang

Sekolah-sekolah di Texas membatalkan kelas bahasa Arab karena khawatir siswa-siswa akan mendapatlan pelajaran Islam. Pembatalan ini datang dari pemikiran beberapa orang tua di Texas. Mereka juga takut program ini bisa membuat anak-anak mereka masuk Islam.

Sekolah di Mansfield salah satu kabupaten di Texas telah membatalkan beberapa kelas bahasa Arab setelah 200 orang tua datang dalam pertemuan di awal kurikulum baru, dengan marah karena anak-anak mereka akan diajarkan tentang Islam.

Harian Fort Worth Star-Telegram melaporkan bahwa sebenarnya program, yang didanai oleh Foreign Language Assistance Program, adalah hanya untuk mempelajari bahasa Arab, budaya Arab, pemerintahan, kesenian, tradisi dan sejarah sepertimana pelajaran bahasa Spanyol yang sudah masuk bagian dari kurikulum.

Cindy Henderson mengakui bahwa beberapa orang tua menjadi marah karena anak-anak mereka sedang belajar tentang budaya Timur Tengah. "Kami tidak ingin mendiskriminasikan budaya Timur Tengah,"katanya. "Tetapi peristiwa 9/11 adalah sulit untuk dilupakan, Pihak sekolah mengatakan, mereka tidak akan mengajarkan agama Islam. Tetapi saya tidak bisa menerima hal ini, bagaimana Anda bisa mengajar budaya tanpa masuk ke dalam kepercayaan mereka,"katanya lagi. "Orang tua lain memiliki keprihatinan atas pihak sekolah yang tidak mengajarkan agama Kristen, jadi saya tidak ingin mereka mengajarkan Islam,"katanya lagi.

"Pemerintah federal melihat bahasa Arab, Cina dan Rusia sebagai suatu ancaman," kata juru bicara Pemerintah setempat, Richie Escovedo. "Negara kita kekurangan orang yang bisa berbahasa Arab dan yang mengerti budaya Arab,"katanya lagi, akan tetapi pemerintah federal tidak langsung menghapuskan bahasa Arab dari sekolahan. "Apakah pernah bertanya-tanya mengapa pegawai pemerintah federal terus-menerus menghadapi kekurangan ahli bahasa Arab?ini salah satu alasan mengapa tidak akan merubah program bahasa Arab dalam waktu dekat."kata Richie Escovedo.

Pihak sekolah distrik tetap membuat program bahasa Arab tetapi tidak mewajibkannya. Beberapa kelas bahasa Arab akan ditawarkan sebagai pilihan dengan jaminan tidak ada satupun siswa diberi pelajaran agama Islam.(roy/ Cyber Sabily)

MUI: Ahmadiyah Bersembunyi di Balik HAM

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin, mengatakan, sebenarnya upaya pembubaran terhadap aliran-aliran yang dianggap menyimpang dari akidah Islam pernah dilakukan oleh pemerintah, dan semua bisa disebut berjalan baik-baik saja. Namun dalam kasus Ahmadiyah, kata Ma'ruf, pemerintah dan juga MUI mengaku kesulitan.

"Pembubaran Ahmadiyah selalu ada pembelaan. Katanya melanggar HAM, bagian dari kebebasan berpendapat, dan juga kebebasan beragama dan berkeyakinan," Ketua MUI KH Ma'ruf Amin saat rapat dengar pendapat antara Komisi VIII dengan para pemuka agama di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/2) malam. Dalam pada proses itu, MUI pun menyetujui dikeluarkannya SKB 3 Menteri. MUI berharap dengan keluarnya SKB ini mampu meredam persoalan Ahmadiyah.

"Tapi ternyata SKB itu tidak menyelesaikan persoalan. Ahmadiyah masih melanggar SKB dengan menyebarkan ajarannya," terang pria berkaca mata ini. MUI pun berharap pemerintah membubarkan Ahmadiyah karena ajarannya telah menodai agama Islam.

"Bubarkan Ahmadiyah, sepanjang tidak meninggalkan keyakinan adanya nabi lain setelah Muhammad," imbuh Ma'ruf. Sementara tudingan Ahmadiyah yang menyebut fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai biang kerok tingginya tensi kekerasan yang dialami jemaat anggotanya, dinilai menyesatkan.

Kata Ma'ruf, tudingan bahwa kekerasan yang dialami jemaat Ahmadiyah karena fatwa MUI, adalah pernyataan sesat dan meyesatkan. "Di Pandeglang itu kita duga karena adanya provokasi kepada warga. Kemudian terlibat bentrok dengan jemaat Ahmadiyah," kata Kiai Ma'ruf. MUI juga menyeru pemerintah agar sesegera mungkin mengusut tuntas bentrok antarwarga dengan Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten beberapa waktu lalu. "Usut provokator dalam bentrokan itu. Jangan cuma yang anarkis," serunya..

Lebih lanjut Ma'ruf mengatakan, sesuai ketentuan dalam UU No 1 Tahun 1965 tentang Penodaan Agama, maka aliran Ahmadiyah di Indonesia bisa dibubarkan dan hal itu bisa dilakukan oleh presiden.

Bila penodaan agama dilakukan oleh organisasi, terang Ma'ruf, maka bisa dibubarkan. Hal itu bisa dilakukan oleh presiden setelah mendapat pertimbangan dari Menteri Agama. "Ini solusi Ahmadiyah pendekatan Undang Undang," katanya. (roy/hidayatullah.com)

500 Hotel akan Dibangun di Mekah


Perizinan telah dikeluarkan untuk pendirian 500 hotel di dekat Masjidil Haram, termasuk sebuah hotel dengan kapasitas 5.000 kamar. Demikian Asharq Al-Awsat melaporkan, Rabu (16/2). Menurut pakar ekonomi, dengan adanya tambahan jumlah akomodasi pada tahun-tahun mendatang pendapatan selama musim haji dan umrah diperkirakan melebihi 100 milyar riyal (27 milyar dolar).

"Sekarang, hotel terbesar di Makkah tidak memiliki lebih dari 1.000 kamar, sementara hotel-hotel yang baru akan memiliki jumlah (kamar) lebih banyak. Salah satunya akan memiliki 5.000 kamar," kata Saad Al-Qurashi, ketua komite pelayanan haji dan umrah di Kamar Dagang dan Industri Makkah.

Aktivitas komersial selama musim haji menjanjikan pendapatan yang besar bagi kota Mekah dan Jeddah, terutama dari perdagangan barang-barang sederhana seperti tasbih dan sajadah yang bisa meraup keuntungan sekitar 2 juta riyal pertahun. Hotel dan apartemen biasanya membeli 40% furnitur lebih banyak dibanding hari biasa untuk persiapan musim haji. Di Kerajaan Saudi terdapat 66 pabrik furnitur dengan investasi diperkirakan 4 milyar riyal.

Yahya Hassan Maqbul, anggota komite furnitur di Kamar Dagang dan Industri Jeddah mengatakan, usai ibadah haji dan umrah para jamaah biasanya melakukan wisata belanja ke kota Jeddah, sehingga turut menaikkan bisnis kota itu. Barang-barang hiasan terutama yang bergambar dua masjid suci paling banyak diburu jamaah.

Musim haji tahun lalu diperkirakan menjadi tahun paling menguntungkan, karena jumlah jamaah yang sangat besar hingga melebihi angka 3 juta orang.(roy/hidayatullah.com)

RADIO DAKWAH SYARI'AH

Browser tidak support

DONATUR YDSUI

DONATUR YDSUI
Donatur Ags - Sept 2011

DOWNLOAD DMagz

DOWNLOAD DMagz
Edisi 10 Th XI Oktober 2011

About Me

My Photo
newydsui
Adalah lembaga independent yang mengurusi masalah zakat, infaq dan shodaqoh dari para donatur yang ikhlas memberikan donasinya sebagai kontribusinya terhadap da'wah islamiyah diwilayah kota solo pada khususnya dan indonesia pada umumnya.
View my complete profile

Followers