ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME (AIDS)

Posted by newydsui Thursday, July 7, 2011
ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME (AIDS)
oleh: dr. Mety

Sejak ditemukan kasus AIDS di Amerika Serikat pada tahun 1981 hingga saat ini penyakit ini selalu menarik perhatian dunia kedokteran maupun masyarakat luas . Hal ini disebabkan oleh penyakit baru ini menyebabkan angka kematian yang tinggi , jumlah penderita yang meningkat dalam waktu singkat , dan sampai sekarang belum dapat ditanggulangi dengan tuntas . Meskipun demikian banyak hal yang telah dipelajari , di samping masih banyak yang belum jelas . Di Jakarta telah ditemukan kasus-kasus penyakit ini dalam bentuk ringan dan berat .

AIDS merupakan penyakit yang menyerang system kekebalan tubuh , yang berakibat penderitanya mudah terkena berbagai jenis infeksi bakteri , jamur , parasit , dan virus tertentu yang bersifat oportunistik . Selain itu penderita AIDS sering sekali menderita keganasan .
Menurut laporan , pada bulan September 1985 , kasus di AS sudah mencapai 13..000 , sedangkan di Eropa juga meningkat cepat . Pada akhir tahun 1984 di Perancis ditemukan 3 kasus baru perminggu . Di Jerman Barat dan Inggris pun ditemukan 2 penderita tiap minggu , sedangkan di Swiss dan Belanda ditemukan 1 kasus baru tiap minggu . Menarik untuk dicermati , karena kasus baru lebih banyak ditemukan di negara Barat , dan ditemukan pada masyarakat yang mempunyai kehidupan seksual yang cenderung menyimpang , seperti homoseksual , biseksual dan heteroseksual .

Berdasarkan penelitian di Perancis dan AS penyebab dari AIDS ialah retrovirus yang disebut Lymhadenopathy Associated Virus (LAV) dan kemudian di AS disebut Human T-cell Leukemia virus III (HTLV III) yang juga disebut Human T-cell Lymphotrophic Virus (suatu retrovirus) . LAV ditemukan di Perancis pada tahun 1983 , sedangkan HTLV III ditemukan di Amerika Serikat pada tahun berikutnya . Virus yang sama ini ternyata banyak ditemukan di Afrika Tengah .. Sebuah penyelidikan pada 200 monyet hijau Afrika , 70% dalam darahnya mengandung virus tersebut tanpa menimbulkan penyakit . Nama lain virus tersebut adalah Human Immunodefficiency Virus (HIV) .

Cara penularan belum jelas benar , tetapi terutama melalui darah dan hubungan seksual . Diperkirakan infeksi ditularkan melalui cairan tubuh . Virus ditemukan dalam jumlah besar dalam cairan sperma dan darah , sedangkan dalam jumlah kecil ditemukan dalam air liur dan airmata .

AIDS sampai sekarang biasanya berakhir dengan kematian . Jumlah kematian sejak diketahui berkisar antara 50 – 89 % dalam jangka waktu 3 tahun .. Pengobatan untuk penyembuhan penyakit sampai sekarang belum ada . Semua infeksi oportunistik pada penderita AIDS pada umumnya dapat diobati terutama bila dimulai sedini-dininya .
Dengan ditemukannya HIV , pada waktu ini sedang diusahakan pembuatan vaksin . Tetapi , mengingat pengalaman pembuatan vaksin hepatitis B yang memerlukan waktu kurang lebih 17 tahun , untuk hal ini masih diperlukan waktu yang lama .
Yang jelas adalah transmisi virus AIDS ini berlangsung melalui hubungan seksual , menggunakan jarum suntik bersama , dan sebagian kecil melalui transfuse darah maupun komponen darah . Oleh karena itu ada beberapa cara yang dapat ditempuh untuk mengurangi penularan penyakit , diantaranya adalah ;

1) Kontak seksual tidak boleh dilakukan dengan orang yang diketahui menderita AIDS dan orang yang sering menggunakan obat bius melalui pembuluh darah vena
2) Melakukan hubungan seksual yang halal dengan suami atau istri yang sah karena mitra seksual multiple atau hubungan seksual dengan orang yang mempunyai banyak teman kencan seksual , memberikan kemungkinan lebih besar mendapatkan AIDS
3) Cara hubungan seksual yang dapat merusak selaput lendir rectal , dapat memperbesar kemungkinan mendapatkan AIDS . Sanggama intra anal pasif yang pernah dilaporkan pada beberapa penelitian menunjukkan korelasi tersebut .
4) Kasus AIDS pada orang yang menggunakan obat bius melalui pembuluh darah vena dapat dikurangi dengan cara memberantas kebiasaan buruk tersebut dan melarang penggunaan jarum suntik bersama
5) Semua orang yang tergolong berisiko tinggi AIDS seharusnya tidak boleh menjadi donor . Di Amerika Serikat soal ini sudah dipecahkan dengan adanya penentuan zat anti AIDS dalam darah melalui metode ELISA . Di Indonesia , di beberapa rumah sakit besar uji ini sudah dapat dikerjakan .
6) Para dokter harus ketat mengenai indikasi medis transfusi darah yang dianjurkan untuk dipakai.

AIDS merupakan penyakit yang mengerikan dilihat dari sudut peningkatan jumlah kasus dalam kurun waktu yang singkat . Penyakit berlangsung fatal dan obat yang efektif belum ada . Tetapi , rupanya tidak semua orang yang mendapatkan virus AIDS dalam tubuhnya menderita penyakit tersebut . Di Indonesia , kebiasaan hubungan seksual sejenis dan penggunaan obat bius melalui pembuluh darah vena walaupun ada , tapi belum membudaya . Oleh karena itu , walaupun AIDS berkembang di Indonesia , hal tersebut tidak akan separah di dunia Barat .

Hanya saja , ada baiknya kita perlu waspada dengan memperhatikan cara pencegahan di atas yang sudah dianjurkan oleh beberapa pusat kesehatan dunia serta meningkatkan pendekatan agama secara lebih mendalam . Karena pada prinsipnya , hubungan seksual bebas di luar pernikahan dan penggunaan obat bius dilarang oleh agama , terutama agama Islam . (wallohu a’lam bish showab)

0 comments

Post a Comment

RADIO DAKWAH SYARI'AH

Browser tidak support

DONATUR YDSUI

DONATUR YDSUI
Donatur Ags - Sept 2011

DOWNLOAD DMagz

DOWNLOAD DMagz
Edisi 10 Th XI Oktober 2011

About Me

My Photo
newydsui
Adalah lembaga independent yang mengurusi masalah zakat, infaq dan shodaqoh dari para donatur yang ikhlas memberikan donasinya sebagai kontribusinya terhadap da'wah islamiyah diwilayah kota solo pada khususnya dan indonesia pada umumnya.
View my complete profile

Followers