PNEUMONIA

Posted by newydsui Thursday, May 5, 2011
PNEUMONIA
Oleh : dr Mety

Pneumonia hingga saat ini masih tercatat sebagai masalah kesehatan utama pada anak di negara berkembang . Diperkirakan hampir seperlima kematian anak di seluruh dunia lebih kurang 2 juta anak balita , meninggal setiap tahun akibat pneumonia , sebagian besar terjadi di Afrika dan Asia Tenggara . Menurut survey kesehatan nasional ( SKN ) 2001 , 27,6% kematian bayi dan 22,8% kematian balita di Indonesia disebabkan oleh penyakit system respiratori , terutama pneumonia .

Terdapat berbagai factor risiko yang menyebabkan tingginya angka kematian pneumonia pada anak balita di negara berkembang . Faktor risiko tersebut adalah : pneumonia yang terjadi pada masa bayi , berat badan lahir rendah (BBLR) , tidak mendapat ASI yang adekuat , malnutrisi , defisiensi vitamin A , tingginya prevalens kolonisasi bakteri pathogen di nasofaring , dan tingginya pajanan terhadap polusi udara ( polusi industry atau asap rokok ).
Pneumonia adalah inflammasi yang mengenai parenkim paru . Sebagian besar disebabkan oleh mikrooorganisme ( virus/bakteri ) dan sebagian kecil disebabkan oleh hal lain . Pada pneumonia yang disebabkan oleh kuman , menjadi pertanyaan penting adalah penyebab dari pneumonia ( virus atau bakteri ) . Pneumonia seringkali dipercaya diawali oleh infeksi virus yang kemudian mengalami komplikasi infeksi bakteri . Secara klinis pada anak sulit membedakan pneumonia bacterial dengan pneumonia viral .

Pola bakteri penyebab pneumonia biasanya berubah sesuai dengan distribusi umur pasien . Namun secara umum bakteri yang berperanan penting dalam pneumonia adalah : Streptococcus pneumonia , haemophyllus influenzae , Staphylococcus aureus , Streptococcus group B serta kuman atipik Chlamydia dan Mycoplasma. Walaupun pneumonia viral dapat ditatalaksanakan tanpa antibiotic , tapi umumnya sebagian besar pasien diberi antibiotic karena infeksi bakteri sekunder tidak dapat disingkirkan .

Di negara berkembang pneumonia pada anak terutama disebabkan oleh bakteri . Bakteri yang sering menyebabkan pneumonia adalah Streptococcus pneumonia , haemophyllus influenza dan Staphylococcus aureus . Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri-bekteri ini dikenal sebagai pneumonia atipik . Pneumonia atipik terutama disebabkan Mycoplasma pneumonia dan Chlamydia pneumonia .
Berdasarkan tempat terjadinya infeksi dikenal dua bentuk pneumonia yaitu ; 1. pneumonia masyarakat (community acquired pneumonia), bila infeksinya terjadi di masyarakat dan 2. Pneumonia nosokomial . Selain berbeda dalam lokasi terjadinya infeksi , kedua bentuk pneumonia ini juga berbeda dalam spectrum etiologi , gambaran klinis , penyakit dasar atau penyakit penyerta, dan prognosisnya . Pneumonia nosokomial sering merupakan infeksi sekunder pada berbagai penyakit dasar yang sudah ada , sehingga spectrum etiologinya berbeda dengan infeksi yang terjadi di masyarakat . Oleh karena itu , gejala klinis , derajat beratnya penyakit , dan komplikasi yang timbul lebih kompleks . Pneumonia nosokomial memerlukan penanganan khusus sesuai dengan penyakit dasarnya.

MANIFESTASI KLINIS
Sebagian besar gambaran klinis pneumonia pada anak berkisar antara ringan hingga sedang , sehingga dapat berobat jalan saja . Hanya sebagian kecil yang berat ,mengancam kehidupan, dan mungkin terdapat komplikasi sehingga memerlukan perawatan di rumahsakit .
Gambaran klinis pneumonia pada bayi dan anak bergantung pada berat ringannya infeksi tetapi secara umum adalah sebagai berikut ;
1. Gejala infeksi umum
Yaitu demam , sakit kepala , gelisah , penurunan nafsu makan , keluhan gastrointestinal seperti mual , muntah atau diare ; kadang-kadang ditemukan gejala infeksi ekstra pulmoner.
2. Gejala gangguan respiratori
Yaitu batuk , sesak nafas , retraksi dada , takipneu , nafas cuping hidung , air hunger , merintih , dan cyanosis.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis pneumonia adalah ;
1. Pemeriksaan darah perifer lengkap
2. Pemeriksaan C- Reactive protein ( CRP )
3. Uji serologis
4. Pemeriksaan mikrobiologis
5. Pemeriksaan rontgen thorax

TATA LAKSANA
Sebagian besar pneumonia pada anak tak perlu dirawat inap . Tetapi indikasi perawatan terutama berdasarkan berat ringannya penyakit , misalnya toksis , distress pernafasan , tidak mau makan dan minum , atau ada penyakit dasar yang lain , komplikasi dan terutama mempertimbangkan usia pasien .
Dasar tatalaksana pneumonia rawat inap adalah pengobatan kausal yang tepat dan tindakan suportif. Pengobatan suportif meliputi pemberian cairan intravena , terapi oksigen , koreksi terhadap gangguan keseimbangan asam basa , elektrolit , dan gula darah . Untuk nyeri dan demam dapat diberikan analgetik-antipiretik . Penyakit penyerta harus ditanggulangi dengan adekuat , komplikasi yang mungkin terjadi harus dipantau dan diatasi .

KOMPLIKASI
Komplikasi pneumonia pada anak meliputi empiema thoracis , perikarditis purulenta , pneumothorax , atau infeksi ekstra pulmoner seperti meningitis purulenta . Empiema thoracis merupakan komplikasi tersering yang terjadi pada pneumonia bakteri .
Iltken F dkk melaporkan mengenai komplikasi miokarditis (tekanan sistolik ventrikel kanan meningkat), keratin kinase meningkat , dan gagal jantung ( yang cukup tinggi pada seri pneumonia anak berusia 2-24 bulan ). Oleh karena miokarditis merupakan keadaan yang fatal , maka dianjurkan untuk melakukan deteksi dengan teknik non invasif seperti ; EKG , Echocardiography , dan pemeriksaan enzyme .

0 comments

Post a Comment

RADIO DAKWAH SYARI'AH

Browser tidak support

DONATUR YDSUI

DONATUR YDSUI
Donatur Ags - Sept 2011

DOWNLOAD DMagz

DOWNLOAD DMagz
Edisi 10 Th XI Oktober 2011

About Me

My Photo
newydsui
Adalah lembaga independent yang mengurusi masalah zakat, infaq dan shodaqoh dari para donatur yang ikhlas memberikan donasinya sebagai kontribusinya terhadap da'wah islamiyah diwilayah kota solo pada khususnya dan indonesia pada umumnya.
View my complete profile

Followers