Fatwa Tentang Hukum Perayaan Maulid Nabi

Posted by newydsui Wednesday, February 3, 2010 0 comments

Fatwa Tentang Hukum Perayaan Maulid Nabi

Pertanyaan :
Apa hukum perayaan hari kelahiran Nabi?
Jawaban :
Pertama: Malam kelahiran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak diketahui secara pasti, tapi sebagian ulama kontemporer memastikan bahwa itu pada malam ke-sembilan Rabi’ul Awal, bukan malam kedua belasnya. Kalau demikian, perayaan pada malam kedua belas tidak benar menurut sejarah.
Kedua: Dipandang dari segi syar’iat, perayaan itu tidak ada asalnya. Seandainya itu termasuk syari’at Allah, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melakukannya dan telah menyampaikannya kepada ummatnya, dan seandainya beliau melakukan dan menyampaikannya, tentulah syari’at ini akan terpelihara, karena Allah telah berfirman,
{ إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ} ]سورة الحجر: 9[.
"Sesungguhnya Kami-lah yang menururnkan al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (Al-Hijr: 9)

Karena tidak demikian, maka diketahui perayaan (maulid) itu bukan dari agama Allah, dan jika bukan dari agama Allah, maka tidak boleh kita beribadah dengannya dan mendekatkan diri kepada-Nya dengan itu. Untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah, Allah telah menetapkan cara tertentu untuk mencapainya, yaitu yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bagaimana mungkin kita, sebagai hamba biasa, mesti membuat cara sendiri yang berasal dari diri kita untuk mengantarkan kita mencapainya? Sungguh perbuatan ini merupakan kejahatan terhadap hak Allah karena kita melakukan sesuatu dalam agama-Nya yang tidak berasal dari-Nya, lain dari itu, perbuatan ini berarti mendustakan firman Allah,
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي
"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku." (Al-Maaidah: 3)
Kami katakan: Perayaan (maulid) ini, jika memang termasuk kesempurnaan agama, mestinya telah ada semenjak sebelum wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan jika tidak termasuk kesempurnaan agama, maka tidak mungkin termasuk agama, karena Allah telah berfirman,
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ
"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu".
Orang yang mengklaim bahwa ini termasuk kesempurnaan agama dan diadakan setelah wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ucapannya mengandung pendustaan terhadap ayat yang mulia tadi. Tidak diragukan lagi, bahwa orang-orang yang menyelenggarakan perayaan hari kelahiran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hanyalah hendak mengagungkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menunjukkan kecintaan terhadap beliau serta membangkitkan semangat yang ada pada mereka. Semua ini termasuk ibadah, mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga merupakan ibadah, bahkan tidak sempurna keimanan seseorang sehingga menjadikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dicintai daripada dirinya sendiri, anaknya, orang tuanya dan manusia lainnya. Mengagungkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga termasuk ibadah. Demikian juga kecenderungan terhadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk bagian dari agama, karena mengandung kecenderungan terhadap syariatnya. Jadi perayaan hari kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mengagungkan RasulNya merupakan ibadah. Karena ini merupakan ibadah, maka sama sekali tidak boleh mendatangkan sesuatu yang baru dalam agama Allah yang tidak berasal darinya dalam rangka ibadah. Jadi, perayaan hari kelahiran (maulid) ini adalah bid’ah dan haram.

Kemudian dari itu, kami juga mendengar, bahwa dalam perayaan ini terdapat kemunkaran-kemunkaran besar yang tidak diakui syari’at, naluri dan akal, di mana para pelakunya mendendangkan qasidah-qasidah yang mengandung ghuluw (berlebih-lebihan) dalam mengagungkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sampai-sampai memposisikan beliau lebih utama dari Allah. Na’udzubillah.

Di antaranya pula, kami mendengar dari kebodohan para pelakunya, ketika dibacakan kisah kelahiran beliau, lalu kalimat bacaannya itu sampai kepada kalimat “wulida al-musthafa” mereka semuanya berdiri dengan satu kaki, mereka berujar bahwa ruh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hadir di situ maka kami berdiri memuliakannya. Sungguh ini suatu kebodohan. Kemudian dari itu, berdirinya mereka tidak termasuk adab, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri tidak menyukai orang berdiri untuknya. Para sahabat beliau merupakan orang-orang yang mencintai dan memuliakan beliau, tidak pernah berdiri untuk beliau, karena mereka tahu bahwa beliau tidak menyukainya, padahal saat itu beliau masih hidup. Bagaimana bisa kini khayalan-khayalan mereka seperti itu?

Bid’ah ini — yaitu bid’ah maulid— terjadi setelah berlalunya tiga generasi yang utama (sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tabi’ien, dan tabi’it tabi’ien; red) dan di dalam bid’ah maulid itu terjadi apa yang mengiringinya berupa perkara-perkara yang munkar (buruk) yang aslinya di dalam agama tidak ada, di samping itu ada pula di dalam perayaan maulid itu ikhtilath (campur aduk) antara lelaki dan perempuan, dan kemunkaran-kemunkaran lainnya.
Majmu’ Fatawa dan Rasaail Ibn ‘Utsaimin, juz 2 halaman 231

YDSUI Dakwah

Posted by newydsui Wednesday, January 13, 2010 2 comments


"YDSUI Dakwah"
Pada tanngal 30 September 2009, saat matahari terik , kira-kira jam 13.15. YDSUI bekerjasama dengan takmir Masjid al Falah Kemuning mengadakan tablihg akbar. Kalau diperkirakan yang hadir sekitar 500 orang. Tema yang diangkat oleh muballighpun menarik perhatian masyarakat ditempat. "jangan pernah engkau remehkah sholat dan sedekah" itulah temanya. "Barang siapa yang meremehkan sholat pasti pada urusan yang lain ia lebih meremehkan", itu kalimat yang disampekan dan diulang-ulang oleh muballigh menukl perkataan shahabat Umar bin Khottob.
Semoga bisa mencerahkan ummat dan bisa diamalkan secara maksimal. amiiiiin.

Pengobatan Gatis

Posted by newydsui 0 comments

"Pengobatan Gatis"
Diadakan Bekerjasama antara YDSUI dan Yarsis Surakarta. bertempat di TK Aisyiyah Kebak Kramat Karanganyar. Ratusan pasien antri di depan tempat pendaftaran untuk menunggu panggilan. Sementara panitia sibuk mengatur pasien, sangking sibuknya sampe-sampe kringat bercucurapun tidak terasa. moga-bermanfaat dan menjadi amal sholeh kita semua, terkhusu para donatur.

AMANDEL , HARUSKAH DIOPERASI ??
Oleh :dr. Mety

Keluhan nyeri atau sakit pada waktu menelan sering dirasakan oleh sebagian orang. Anak-anak pun tak luput dari keluhan ini . Apabila sakitnya tak kunjung reda , dan kemudian dibawa ke dokter , biasanya hal yang akan ditanyakan adalah : ‘ sakit amandel ya dok , harus operasikah ?


TENTANG SAKIT AMANDEL

Dalam bahasa medis , amandel disebut dengan tonsil . Peradangan yang terjadi di daerah tonsil ini disebut dengan tonsillitis. Walaupun keluhan nyeri sewaktu menelan tidak hanya disebabkan oleh tonsillitis saja , tetapi umumnya orang akan langsung menduga ia terkena tonsillitis bila mengalami keluhan ini.

Tonsillitis paling sering disebabkan oleh Streptokokus beta hemolitikus grup A , selain itu dapat juga disebabkan oleh pneumokokus , stafilokokus , dan Haemophyllus Influenza juga virus pathogen. Pada kasus-kasus yang berat biasanya disebabkan oleh Streptokokus non hemolitikus atau Streptokokus viridans . Setelah terinfeksi , terdapat peradangan umum dan pembengkakan dari jaringan tonsil dengan pengumpulan leukosit , sel-sel epitel mati , dan bakteri pathogen .

Biasanya , penderita akan mengeluh sakit tenggorokan dan nyeri pada saat menelan yang bervariasi. Pada kasus yang berat , penderita dapat menolak makan atau minum melalui mulut . Penderita tampak sakit akut , dan pasti mengalami malaise . Suhu badan biasanya tinggi , kadang mencapai 104 derajat Fahrenheit. Nafasnya bau . mungkin terdapat otalgia (nyeri telinga ) dalam bentuk nyeri alih . seringkali terdapat adenopati servikalis yang disertai nyeri tekan . Tonsil membesar atau meradang , berbercak-bercak dan kadang-kadang diliputi oleh eksudat yang berwarna keabu-abuan atau kekuningan , yang berkumpul dan membentuk membrane , serta pada beberapa kasus dapat terjadi nekrosis jaringan local.

TERAPI UMUM

Pada umumnya , penderita dengan tonsillitis akut serta demam sebaiknya melakukan tirah baring , pemberian cairan adekuat , dan diet ringan . Selain itu tak sedikit pula yang bertanya tentang perlu tidaknya memakai obat kumur . Sebenarnya , efektifitas obat kumur masih dipertanyakan . Walaupun begitu , beberapa pengalaman klinis menunjukkan bahwa berkumur yang dilakukan dengan rutin akan menambah rasa nyaman pada penderita dan mungkin mempengaruhi beberapa tingkat perjalanan penyakit . Cara berkumur yang dianjurkan adalah dengan menggunakan 3 gelas penuh cairan obat setiap kali kumur . Gelas pertama sebaiknya hangat sehingga dapat menahan cairan dengan rasa enak . Gelas kedua dan ketiga dapat lebih hangat . Dianjurkan untuk menggunakan cairan obat kumur setiap dua jam . Sebaiknya anda membuat daftar waktu untuk setiap kali berkumur sehingga anda dapat meyakinkan dokter bahwa anda telah melakukan sejumlah instruksi dengan tepat. Boies menyebutkan bahwa panas dari cairan obat kumur itu adalah lebih efektif dibandingkan dengan isi obat-obatan di dalamnya.

Selain menggunakan obat kumur , anda dapat menggunakan cairan lain yang lebih sederhana dan dapat dibuat sendiri di rumah , yaitu dengan :

a) Cairan saline isotonic ( setengah sendok teh garam dalam 8 ounces air hangat )
b) Bubuk sodium perborat ( satu sendok teh dalam 8 ounces air hangat ) .
1 ounce = 28 gram


TERAPI PEMBEDAHAN / TONSILEKTOMI

Tidak semua tonsillitis harus dioperasi . Anda dapat mencoba pengobatan sederhana seperti yang sudah disebutkan di atas untuk penyakit yang bersifat akut . sedangkan untuk yang bersifat kronis , anda tetap disarankan berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui derajat pembesaran tonsil sehingga dapat dilakukan terapi yang adekuat .

Operasi pengambilan tonsil disebut tonsilektomi. Tonsilektomi merupakan satu dari prosedur pembedahan tertua yang masih dilakukan sampai sekarang . Pada tahun 1867 , Wise menyatakan bahwa orang Indian Asiatik trampil dalam tonsilektomi sejak tahun 1000 SM . Namun , frekuensi prosedur pembedahan menurun secara drastis sejak munculnya antibiotik .

Tonsilektomi dapat dilakukan pada anak-anak ataupun dewasa muda , tentunya dengan memperhatikan berbagai indikasi yang tepat , diantaranya yaitu :

1) Timbulnya penyakit cor pulmonale karena adanya sumbatan jalan nafas yang berlangsung lama
2) Pembesaran tonsil dengan disertai sindrom apneu sewaktu tidur
3) Pembesaran yang mencapai derajat tertentu dan menyebabkan kesulitan menelan dengan disertai penurunan berat badan
4) Dicurigai adanya keganasan
5) Tonsillitis kronis yang tidak memberikan respons terhadap penatalaksanaan medis
6) Adanya serangan tonsillitis berulang yang tercatat , walaupun telah diberikan penatalaksanaan medis yang adekuat.

Keputusan akhir untuk dilakukan tonsilektomi tergantung pada kebijaksanaan dokter yang merawat pasien. Tentu saja , dengan tetap memperhatikan berbagai indikasi di atas.

Brutal, Serangan Udara AS Bunuh 63 Sipil Yaman

Posted by newydsui Tuesday, January 12, 2010 0 comments

Brutal, Serangan Udara AS Bunuh 63 Sipil Yaman

Pejuang Houthi Yaman mengatakan sejumlah warga sipil, termasuk di dalamnya banyak anak-anak, telah tewas akibat serangan udara AS di sebelah tenggara Yaman. Kelompok Syiah itu pada hari Jumat (18/12) melaporkan tewasnya 63 orang, termasuk 28 anak-anak, di tenggara provinsi Abyan. Hampir 90 orang lainnya terluka dalam serangan yang dilakukan oleh pesawat tempur AS di desa Bakazam, mereka menambahkan.
Provinsi selatan Yaman baru-baru ini menjadi tempat serangan udara AS, dimana Washington mengklaim serangan tersebut ditujukan untuk menggasak kelompok al-Qaidah yang beroperasi di negara Teluk Persia tersebut. Namun klaim tersebut ditolak oleh penduduk setempat yang selalu menjadi sasaran serangan salibis AS, sementara anggota parlemen Yaman juga menyerukan penyelidikan atas serangan.
Operasi AS di Yaman selatan ini didukung oleh kampanye militer Yaman dimana pasukan San'a dan Riyadh terlibat dalam pertempuran sengit melawan pejuang Houthi. (roy/arrahmah.com)

Muslim AS: FBI Sebarkan Ketakutan
Merasa marah dengan pengiriman sejumlah informan ke masjid dan penyadapan, muslim Amerika memperingatkan bahwa FBI kini telah menyebarkan ketakutan dan kecurigaan terhadap umat Islam di Amerika. "Ada sebuah rasa bahwa penegak hukum itu sedang mengamati komunitas kami tidak sebagai mitra namun sebagai objek kecurigaan," ujar Ingrid Mattson, presiden Islamic Society of North America (ISNA) kepada The New York Times, Jumat 18 Desember. "Banyak orang benar-benar terganggu akan hal ini."
Mattson mengatakan bahwa banyak dari kalangan umat Islam menunda keberangkatan mereka ke luar negeri untuk menghindari kecurigaan. Mereka juga sangat khawatir terhadap orang yang mengajak mereka bicara. Sejak serangan 11/9, muslim di Amerika dan FBI telah melakukan kerja sama untuk mencegah terorisme, namun akhir-akhir ini hubungan menjadi menegang. FBI seringkali mengirimkan sejumlah informan ke masjid-masjid yang membuat gusar jamaah dan mencebak sejumlah remaja. Puncaknya ketika seorang Imam masjid lokal di daerah Dearborn ditembak FBI bulan Oktober lalu.
[roy/muslimdaily.net/]

Israel Sudah Menghancurkan 1000 Masjid

Kejahatan terbaru tentara Yahudi-Israel yang melakukan usaha pembakaran Al-Quran dan Masjid di Desa Yasuf, dekat Distrik Selfit, menuai kecaman berbagai pihak. Menteri Urusan Wakaf Otorita Palestina, Mahmoud Al-Habash mengecam aksi penyerangan dan pembakaran masjid tersebut. Ia mengatakan, ketidakpedulian masyarakat dunia akan kebejatan Zionis-Israel dan penistaan rezim ini terhadap tempat-tempat suci Islam, membuat Tel Aviv kian bersikap rasialis di kawasan ini.
Mahmoud Al-Habash menegaskan, sejak menjajah bumi Palestina, Israel telah menghancurkan lebih dari 1000 tempat suci umat Islam. "Sejak deklarasi Zionis Israel di Palestina pendudukan, tentara dan pemukim Yahudi Zionis menghancurkan sekitar seribu masjid," ujarnya. Namun penistaan terhadap tempat-tempat suci Islam ini bukanlah hal yang baru. Semenjak munculnya rezim ilegal Israel di wilayah Palestina, Masjid Al-Aqsa yang menjadi tempat kiblat pertama umat Islam, seringkali menjadi sasaran serangan militer dan pemukim brutal Yahudi Zionis.
Tahun 1969, sekelompok radikal Zionis yang dipimpin Michael Rauhan, melakukan tindakan teroris yang dikoordinasi dengan membakar Masjid Al-Aqsa. Akibat pembakaran itu, bagian-bagian penting masjid kiblat pertama umat Islam itu mengalami rusak parah. Pada tanggal 11 April 1982, seorang tentara Israel yang bernama Allan Goodman menyerang Masjid Al-Aqsa, menggugurkan puluhan warga Palestina yang tengah mengerjakan shalat, dan mencederai lebih dari 60 warga. ( Roy/ Hidayatullah.com )

TILAWAH SYARAT CINTA

Posted by newydsui 0 comments

TILAWAH SYARAT CINTA
Oleh : Imtihan Asy Syafi'i, MIF

Dicintai, dikasihi, dan dilimpahi rahmat oleh Allah adalah tujuan mulia setiap insane beriman. Barang siapa yang dicintai oleh Allah dia akan dibela oleh Allah. Orang yang membencinya berarti mengumumkan perang terhadap Allah. Demikian dinyatakan sendiri oleh Allah dalam sebuah hadits qudsi.

“Barang siapa memusuhi wali-Ku, sungguh dia telah mengumumkan perang terhadapku. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Ku-sukai daripada apa yang Ku-fardhukan atasnya. Hamba-Ku akan terus mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya.” (Hadits riwayat Imam al-Bukhariy)
Dalam salah satu karyanya, Ihfazhillaaha Yahfadzka, Dr. ‘Aidh al-Qarniy menyebutkan beberapa amalan sunnah, apabila kita memenuhinya setelah kita melaksanakan semua kewajiban semampu kita dan meninggalkan semua yang diharamkan oleh Allah, niscaya kita akan dicintai oleh Allah. Perkara pertama dan yang paling urgen adalah membaca dan mentadabburi al-Qur`an.

Abdullah bin Mas’ud berpesan, “Janganlah seseorang meminta cinta Allah, tetapi hendaklah ia meminta cinta al-Qur`an! Sesungguhnya cinta kepada Allah itu seiring dengan cinta kepada al-Qur`an. Sekadar apa cinta seseorang kepada al-Qur`an, sekadar itu pula cintanya kepada Allah.”
Suatu umat tidak akan meraih kesuksesan dan kebahagiaan sejati tanpa membaca dan menadabburi al-Qur`an, kalam Allah yang merupakan sumber kehidupan hati. Saat mereka berpaling dari al-Qur`an, hati mereka akan mati, tak bercahaya, dan tidak menghadap Allah ‘azza wa jalla.

Apabila seorang muslim hendak membanggakan sesuatu, hendaklah dia membanggakan keislaman dan kepahamannya akan al-Qur`an. Orang yang bangga dengan nasab, keluarga, kekayaan, pekerjaan, dan kekuasaan tidaklah jauh beda dengan Fir’aun, Haman, Qarun, dan orang-orang yang semisal dengan mereka.

Keutamaan membaca al-Qur`an

Rasulullah saw telah mengajarkan kepada para sahabat bagaimana mestinya mereka hidup bersama al-Qur`an. Siapa pun—jika punya iman—yang membaca hadits-hadits Nabi mengenai hal itu, pastilah hatinya cenderung kepada al-Qur`an. Di antara hadits-hadits itu adalah:
“Bacalah al-Qur`an! Sesungguhnya pada hari Kiamat ia akan datang memberi syafaat kepada orang-orang yang membacanya.” (Hadits riwayat Imam Muslim)
“Orang terbaik dari kalian adalah orang yang mempelajari al-Qur`an dan mengajarkannya.” (Hadits riwayat Imam al-Bukhariy)
“Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka akan mendapat satu kebaikan dan setiap kebaikan akan dilipatkan menjadi 10 kali. Aku tidak berkata Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.” (HR Tirmidzi)

Rasulullah sang teladan

Rasulullah saw tidak hanya banyak membaca al-Qur`an baik di dalam maupun di luar shalat. Beliau juga suka mendengarkan bacaan dari sahabatnya. Dalam satu hadits disebutkan, beliau pernah meminta Ibnu Mas’ud untuk membacakan al-Qur`an. Ibnu Mas’ud berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah saya membacakan untukmu, padahal al-Qur`an diturunkan kepadamu?”. Nabi menjawab, “Akuu ingin mendengarnya dari orang lain.” Maka Ibnu Mas’ud membacakan surat an-Nisa` sampai pada ayat yang ke-41 (Bagaimanakah jika Kami telah mendatangkan untuk setiap ummat saksinya dan Kami jadikan engkau sebagai saksi atas semua ummat itu?). Nabi bersabda, “Cukup.” Dan air mata nabi pun bercucuran. (HR. al-Bukhariy dan Muslim)
Suatu malam Rasulullah saw berjalan melewati suatu rumah, dari dalamnya terdengar suara seorang perempuan tengah membaca ayat pertama dari surat al-Ghasyiyah: “Telah datangkah kepadamu kabar al-Ghasyiyah (hari Kiamat)?” Hanya ayat pertama. Rasulullah saw mendekatkan kepala beliau ke dekat pintu untuk mendengar lebih jelas bacaan perempuan itu. Dia mengulang-ulang bacaannya. Dia tidak tahu bahwa Rasulullah saw ada di balik pintu mendengarkan bacaannya. Setelah beberapa saat berlalu Rasulullah saw mulai menangis seraya bersabda, “Ya, telah datang kepadaku. Telah datang kepadaku.”

Sahabat belajar dari Rasulullah
Sebagaimana pelajaran yang mereka dapatkan dari mahaguru mereka, para sahabat pun tidak hanya membaca al-Qur`an banyak-banyak. Mereka pun mentadabburinya dengan sepenuh hati. Dalam al-Bidayah wan-Nihayah Ibnu Katsir menyebut, ‘Umar bin Khathab ra jatuh sakit gara-gara membaca beberapa ayat dari surat ash-Shaffat.
“Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah selain Allah! Lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka. Tahanlah mereka (di tempat perhentian), sesungguhnya mereka akan ditanya, ‘Mengapa kamu tidak tolong-menolong?’ Bahkan mereka pada hari itu menyerah (kepada keputusan Allah).” (Ash-Shaffat: 22-26)

Rasulullah saw dan Umar—juga para sahabat yang lain—merasa diajak bicara oleh Allah lewat ayat-ayat-Nya sehingga apa yang mereka baca teramat mempengaruhi eksistensi mereka. Bagaimana dengan kita? Apakah kita paham dan berusaha memahami ayat-ayat yang kita baca? Sebenarnya seberapa hidupkah hati kita. Jangan-jangan kita merasa hati kita hidup, padahal hati kita tak ubahnya hati ‘Abdullah bin Ubay bin Salul, si munafik musuh Rasulullah saw dan para sahabat. Jangan-jangan kita merasa dicintai oleh Allah, namun sejatinya kita termasuk yang dilaknat-Nya. Allahul Musta’an.

RADIO DAKWAH SYARI'AH

Browser tidak support

DONATUR YDSUI

DONATUR YDSUI
Donatur Ags - Sept 2011

DOWNLOAD DMagz

DOWNLOAD DMagz
Edisi 10 Th XI Oktober 2011

About Me

My Photo
newydsui
Adalah lembaga independent yang mengurusi masalah zakat, infaq dan shodaqoh dari para donatur yang ikhlas memberikan donasinya sebagai kontribusinya terhadap da'wah islamiyah diwilayah kota solo pada khususnya dan indonesia pada umumnya.
View my complete profile

Followers